BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Menguat 33,92 Poin di Level 8.199,95 di Perdagangan Sesi I Kamis (9/10/2025)

×

IHSG Menguat 33,92 Poin di Level 8.199,95 di Perdagangan Sesi I Kamis (9/10/2025)

Sebarkan artikel ini
IHSG
Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (9/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 33,92 poin atau 0,42% ke 8.199,95 di pasar spot.

Ringkasan Berita

  • Ada sebanyak 445 saham naik, 207 saham turun dan 142 saham stagnan.
  • Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.
  • Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor transportasi yang naik 3,20%, sektor infrastruktur naik 1,80% …

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (9/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 33,92 poin atau 0,42% ke 8.199,95 di pasar spot.

Ada sebanyak 445 saham naik, 207 saham turun dan 142 saham stagnan.

Delapan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan tiga indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor transportasi yang naik 3,20%, sektor infrastruktur naik 1,80% dan sektor barang baku yang naik 1,55%.

Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor teknologi yang turun 1,44%, sektor keuangan turun 0,61% dan sektor properti yang turun 0,23%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 20,92 miliar saham dengan total nilai Rp 15,83 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (4,39%)
2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (4,04%)
3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (3,94%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (-5,11%)
2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) (-2,70%)
3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) (-2,41%)

IHSG Menguat Tipis 1,69 Poin Bersandar di Level 8/167,71 Pagi Ini

Pada perdagangan Kamis (9/10/2025) pukul 09.04 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan pagi ini, setelah kemarin ditutup terkoreksi.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat tipis 0,02% atau bertambah 1,69 poin ke level 8/167,71 di pasar spot.

Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral dengan sektor yang naik paling tinggi antara lain infrastruktur, Kesehatan, energi, barang konsumer non primer, barang baku, dan transportasi.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 2,57 miliar dengan nilai transaksi tembus Rp 1,89 triliun. Ada 283 saham yang menguat, 155 saham yang melemah dan 185 saham yang stagnan.

Top gainers di LQ45 adalah:

1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 10,51% ke Rp 1.525 per saham
2. PT Indosat Tbk (ISAT) 2,47% ke Rp 1.865 per saham
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 2,16% ke Rp 1.895 per saham

Baca Juga  IHSG Menguat 2,83% Dalam Sepekan Terdorong Oleh Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Naik di Atas 5%

Top losers di LQ45 adalah:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 2,70% ke Rp 3.240 per saham
2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 1,79% ke Rp 55 per saham
3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 1,35% ke Rp 4.400 per saham

Analis MNC Sekuritas: IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah

Pada perdagangan Rabu (8/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,04% ke level 8.166,03. Koreksi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menjelaskan pelemahan IHSG salah satunya dipicu oleh turunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) ke level 115 pada September 2025.

Kondisi ini memberi sinyal bahwa daya beli masyarakat tengah menurun.

Selain itu, pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Kekhawatiran muncul terkait kemungkinan perubahan sikap The Fed menjadi lebih dovish, terlebih setelah Amerika Serikat menghadapi penghentian sementara operasional pemerintah (government shutdown).

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan pelemahan IHSG turut dipengaruhi faktor teknikal dan tekanan dari mayoritas bursa global yang bergerak negatif.

“Aksi ambil untung pada saham-saham konglomerasi sempat terjadi pagi tadi, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujarnya.

Meski demikian, peluang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan Kamis (9/10/2025).

Herditya memproyeksikan level support di 8.129 dan resistance di 8.180. Sejumlah saham juga menjadi sorotan investor, antara lain EXCL di kisaran Rp 2.700–Rp 2.770 per saham, INDF di Rp 7.425–Rp 7.700, serta AKRA di rentang Rp 1.195–Rp 1.230.

Sementara itu, Audi memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran support 8.103 dan resistance 8.230. Menurutnya, indikator teknikal seperti MACD menunjukkan tren melandai dan RSI yang terus menurun.

Faktor global juga masih membayangi pergerakan bursa. Harga emas yang menembus rekor baru di atas US$ 4.000 per ons troi berpotensi membuat investor mengalihkan asetnya ke instrumen safe haven.

Dari sisi domestik, pasar juga menunggu rilis data penjualan ritel yang diperkirakan hanya tumbuh 3,9% year on year pada September 2025, lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Untuk perdagangan hari ini, Audi merekomendasikan saham ANTM dengan strategi trading buy, pada level support Rp 3.140 per saham dan resistance Rp 3.740.