Ringkasan Berita
- Korban diketahui bernama Izzat Ibrahim Hasibuan.
- Karena takut, korban akhirnya menuruti permintaan pertama dengan mengirim uang Rp3 juta melalui aplikasi dompet digital.
- Keempat pelaku kini telah ditangkap pihak kepolisian.
Topikseru.com – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kantor Wali Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara, menjadi korban dugaan pemerasan oleh empat pria yang mengaku aktivis. Keempat pelaku kini telah ditangkap pihak kepolisian.
Korban diketahui bernama Izzat Ibrahim Hasibuan. Ia diduga dijadikan “sapi perah” setelah diancam oleh para pelaku yang mengaku memiliki video dirinya tengah dugem di sebuah klub malam di Medan.
“Empat pelaku masing-masing bernama Didi Santoso, Muhammad Anwar Batara, Zulfadli, dan Ali Ramadhan Harahap. Mereka semuanya mengaku sebagai aktivis. Sedangkan korban bekerja di Kantor Wali Kota Padangsidempuan,” kata Kasi Humas Polres Padangsidempuan AKP Kenbron Sinaga, melalui sambungan telepon, Jumat (10/10/2025).
Modus: Ancam Sebar Video Dugem
Kasus ini berawal ketika para pelaku menelepon korban dan mengajaknya bertemu. Dalam pertemuan tersebut, para pelaku menyampaikan bahwa mereka memiliki rekaman video korban saat dugem.
“Mereka mengancam akan melakukan aksi demo jika korban tidak memberikan sejumlah uang,” ujar Kenbron.
Karena takut, korban akhirnya menuruti permintaan pertama dengan mengirim uang Rp3 juta melalui aplikasi dompet digital.
Namun, bukannya berhenti, para pelaku kembali meminta uang dalam jumlah lebih besar. Kali ini, korban diminta menyediakan Rp15 juta.
Ditangkap Saat Serahkan Uang
Korban kemudian sepakat bertemu para pelaku di sebuah kafe di Kota Padangsidempuan. Di lokasi itu, korban menyerahkan uang tunai Rp15 juta sebagaimana diminta.
“Tidak lama setelah uang diserahkan, tim Opsnal Satreskrim langsung datang dan mengamankan keempat pelaku beserta barang bukti hasil pemerasan. Mereka langsung diboyong ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kenbron.
Dijadikan ATM Berjalan
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut korban sudah dijadikan ATM berjalan oleh para pelaku.
“Kami masih mendalami apakah video dugem yang disebutkan para pelaku itu benar ada atau hanya akal-akalan mereka. Yang jelas, kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kenbron.
Saat ini, keempat pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Padangsidempuan. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya korban lain dalam praktik serupa.













