BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Melorot Terduduk di Level $110,824 atau Setara dengan Rp1.846.486.263 Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Melorot Terduduk di Level $110,824 atau Setara dengan Rp1.846.486.263 Per Koin

Sebarkan artikel ini
harga Bitcoin (BTC)
harga Bitcoin tercatat berada di level $110,824 atau setara dengan Rp1.846.486.263, mengalami penurunan 1,42% dalam 24 jam terakhir.

Ringkasan Berita

  • Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp36.629 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam…
  • Bull Run Diperkirakan Berakhir dalam 10 Hari Sejalan dengan pandangan Brandt, trader CryptoBirb memperingatkan bahwa …
  • Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.836.838.944 dan harga tertingginya di Rp1.891.556.940.

Topikseru.com – Pada perdagangan 16 Oktober 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $110,824 atau setara dengan Rp1.846.486.263, mengalami penurunan 1,42% dalam 24 jam terakhir.

Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.836.838.944 dan harga tertingginya di Rp1.891.556.940.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp36.629 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 24% menjadi Rp1.136 triliun.

Brandt Peringatkan Koreksi Terakhir Sebelum Lonjakan Harga
crypto peter brandt
Trader kawakan Peter Brandt mengungkapkan bahwa Bitcoin masih mengikuti pola parabola jangka panjangnya. Namun, ia memperingatkan kemungkinan terjadinya “guncangan besar” sebelum harga kembali melesat.

Jika hal ini terjadi, Bitcoin (BTC) bisa saja turun sejenak ke kisaran $50.000–$60.000 sebelum bangkit lebih kuat.

Brandt juga mencatat bahwa titik terendah siklus sebelumnya terjadi pada 9 November 2022, yaitu 533 hari sebelum peristiwa halving pada April 2024.

Jika pola ini terus berlanjut, puncak pasar berikutnya diperkirakan akan terjadi sekitar Oktober 2025, sejalan dengan pola siklus sebelumnya.

Meski begitu, ia tetap mengingatkan bahwa koreksi sementara masih mungkin terjadi sebelum lonjakan besar dimulai.

Namun, Brandt meyakini bahwa penurunan ekstrem hingga 80% seperti yang pernah terjadi di masa lalu kini kecil kemungkinannya, berkat adopsi institusional yang makin luas dan pasar yang semakin matang.

Bull Run Diperkirakan Berakhir dalam 10 Hari
Sejalan dengan pandangan Brandt, trader CryptoBirb memperingatkan bahwa reli Bitcoin saat ini sudah mencapai 99,3%, menyisakan hanya sekitar 10 hari sebelum siklus bull run berakhir.

Baca Juga  Harga Bitcoin Turun, Bos Indodax Sarankan Strategi DCA: Volatilitas Justru Jadi Peluang

Indikator teknikal mendukung analisis ini: Fear & Greed Index turun dari 71 ke 38, sementara RSI (Relative Strength Index) menurun ke 45. Ini mengindikasikan bahwa emosi pasar mulai mereda dan membuka jalan bagi potensi lonjakan harga terakhir.

Dengan tanggal 24 Oktober yang semakin dekat, para trader disarankan untuk bersiap menghadapi volatilitas tinggi dan kemungkinan pergerakan harga yang eksplosif.

Kebijakan The Fed Bisa Picu Lonjakan Berikutnya
Meski ada hambatan jangka pendek, perhatian pasar kini tertuju pada kebijakan Federal Reserve AS.

Salah satu pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menyatakan bahwa Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan bahwa fase pengetatan agresif akan segera berakhir. Ini membuka peluang kembalinya likuiditas ke pasar.

Pada 15 Oktober, harga BTC sempat berada di sekitar $112.370, mencatat kenaikan ringan dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,24 triliun.

Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: Coinpedia. Bitcoin Price Could Dip to $50K Before Next Bull Run, Peter Brandt Warns. Diakses pada 16 Oktober 2025