Ringkasan Berita
- Puluhan siswa di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, dilarikan ke rumah sakit usai menyantap menu MBG yang disalurkan mel…
- Akibat insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional SPPG Pardomuan Nauli.
- Keputusan itu tertuang dalam surat resmi bernomor: 643/D.TWS/10/2025 yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Peng…
Topikseru.com – Program MBG atau Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto kembali jadi sorotan. Puluhan siswa di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, dilarikan ke rumah sakit usai menyantap menu MBG yang disalurkan melalui Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) Pardomuan Nauli Laguboti, Rabu (15/10/2025).
Akibat insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional SPPG Pardomuan Nauli. Keputusan itu tertuang dalam surat resmi bernomor: 643/D.TWS/10/2025 yang ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah BGN, Dr. Harjito.
“SPPG Pardomuan Nauli dihentikan operasionalnya sementara sampai evaluasi menyeluruh dilakukan BGN bersama Dinas Kesehatan,” bunyi isi keputusan tersebut.
Menu MBG Diduga Penyebab
Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddi Sevetry Sibarani, mengungkapkan makanan MBG yang disantap siswa terdiri dari ikan mujahir asam manis, tempe, sayur pokcoy, dan buah semangka. Dari hasil pemeriksaan awal, buah semangka yang dibagikan diduga sudah tidak segar.
“Para siswa datang dengan keluhan mual, muntah, dan pusing. Saat ini 34 orang sudah dirujuk ke RS HKBP Balige dan RSUD Porsea,” kata Freddi, Kamis (16/10/2025).
Freddi menambahkan gejala lain yang dialami siswa adalah nyeri ulu hati hingga sesak napas, sebagian muncul beberapa jam setelah menyantap makanan MBG.
“Dari laporan tim, buah semangka agak berlendir,” ungkapnya.
Pemerintah Gerak Cepat
Pemkab Toba bersama TNI/Polri langsung melakukan evakuasi dan penanganan korban. Sebagian siswa dirawat di puskesmas, sementara lainnya masih dalam pengawasan intensif di rumah sakit.
Pemerintah daerah juga menggelar rapat darurat dengan BGN, pihak SPPG, dan pemilik dapur MBG. Hasilnya, biaya pengobatan korban akan ditanggung pihak dapur MBG dan dapat dipadukan dengan BPJS jika siswa terdaftar.
“Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar ada standar baru sebelum izin dapur MBG diterbitkan kembali,” tulis Pemkab Toba.
Hingga Kamis malam, tim Dinas Kesehatan bersama Forkopimda masih memantau kondisi korban. Bidan desa juga ditugaskan untuk mengawasi siswa yang sudah pulang agar memastikan benar-benar pulih.













