BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Emas Terus Melambung dan Kembali Cetak Rekor Tertingginya di Level US$ 4.368,44 Per Ons Troi

×

Harga Emas Terus Melambung dan Kembali Cetak Rekor Tertingginya di Level US$ 4.368,44 Per Ons Troi

Sebarkan artikel ini
Harga Emas
harga emas spot ada di level US$ 4.368,44 per ons troi, naik 0,97% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.326,58 per ons troi.

Ringkasan Berita

  • Sedangkan harga emas untuk kontrak pengiriman Desember 2025 di Commodity Exchange ada di US$ 4.371 per ons troi, naik…
  • Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, pukul 07.47 WIB, harga emas spot ada di level US$ 4.368,44 per ons tro…
  • Harga emas telah melonjak lebih dari 65% sepanjang tahun ini, didukung oleh pembelian bank sentral dan melonjaknya pe…

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat (17/10/2025) harga emas terus melambung dan kembali mencetak rekor tertingginya di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, pukul 07.47 WIB, harga emas spot ada di level US$ 4.368,44 per ons troi, naik 0,97% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.326,58 per ons troi.

Sedangkan harga emas untuk kontrak pengiriman Desember 2025 di Commodity Exchange ada di US$ 4.371 per ons troi, naik 1,54% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.304,60 per ons troi.

Baca Juga  Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.464.000 Per Gram di Perdagangan Selasa (16/12/2025)

Harga emas naik ke rekor tertinggi sepanjang masa karena kekhawatiran mengenai kualitas kredit dalam ekonomi AS dan meningkatnya ketegangan antara AS dan China memperkuat permintaan aset safe haven.

Harga emas bersiap mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak 2008 dan melanjutkan reli tajam yang dimulai pada Agustus.

Aksi beli emas besar-besaran ini juga didukung oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga secara signifikan pada tahun ini.

Ketua The Fed Jerome Powell pekan ini memberi sinyal bahwa bank sentral berada di jalur yang tepat untuk memangkas suku bunganya.

Harga emas telah melonjak lebih dari 65% sepanjang tahun ini, didukung oleh pembelian bank sentral dan melonjaknya permintaan aset safe haven dalam menghadapi ketegangan geopolitik dan perdagangan.