Ringkasan Berita
- Mengusung tema “Pangan Lokal, Ronggournesia – Suara dari Akar Budaya Menggema ke Masa Depan”, festival ini meng…
- Agenda tahunan ini akan berlangsung selama 11 hari penuh, menghadirkan ragam pertunjukan seni dan kuliner tradisional…
- "Dengan mengenal pangan lokal, ada banyak pengetahuan penting di dalamnya, terutama keterhubungan antara kebutuhan da…
Topikseru.com – Rumah Karya Indonesia (RKI) kembali menggelar Festival Seni Jong’s Batak ke-12 di Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara. Agenda tahunan ini akan berlangsung selama 11 hari penuh, menghadirkan ragam pertunjukan seni dan kuliner tradisional khas Batak.
Mengusung tema “Pangan Lokal, Ronggournesia – Suara dari Akar Budaya Menggema ke Masa Depan”, festival ini mengajak masyarakat untuk lebih mengenal pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus cara menjaga kelestarian alam.
“Dengan mengenal pangan lokal, ada banyak pengetahuan penting di dalamnya, terutama keterhubungan antara kebutuhan dasar manusia dengan alam sekitarnya,” ujar Ojax Manalu, Ketua Rumah Karya Indonesia, Jumat (17/10/2025).
11 Tenant UMKM hingga 32 Komunitas Seni Ramaikan Festival
Gelaran Jong’s Batak ke-12 ini menghadirkan 11 tenant UMKM yang fokus menjual panganan lokal khas Nusantara.
Selain itu, ada 32 komunitas seni yang akan mengisi acara utama, serta 24 komunitas lain yang terlibat dalam co-program.
Tidak hanya sekadar pameran budaya, festival ini juga menjadi ruang kreatif yang menargetkan keterlibatan anak muda dalam melestarikan tradisi, terutama lewat pangan lokal.
“Festival ini membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya lewat jalur yang dekat dengan kehidupan mereka, yaitu makanan. Dari pangan lokal, mereka bisa memahami tradisi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Audrin Manurung, Direktur Jong’s Batak Art Festival ke-12.
Strategi Gaet Generasi Z
Audrin menyebutkan bahwa pihaknya memiliki strategi khusus untuk menggaet generasi Z agar aktif dalam mengkampanyekan pangan lokal. Salah satunya dengan memanfaatkan konten visual kreatif yang bebas diolah oleh panitia dan para volunteer muda.
“Kami memberi kebebasan kepada panitia dan volunteer yang mayoritas Gen-Z untuk membuat kampanye pangan lokal lewat konten visual yang kreatif dan dekat dengan anak muda,” pungkasnya.
Dengan pendekatan ini, Jong’s Batak Festival bukan hanya sekadar pesta budaya, tetapi juga ruang edukasi dan gerakan sosial yang relevan dengan zaman.







