Ekonomi dan Bisnis

Produk UMKM Warga Binaan Rutan Medan Laris di Pasaran, Catat Penjualan Ribuan Unit dalam Setahun

×

Produk UMKM Warga Binaan Rutan Medan Laris di Pasaran, Catat Penjualan Ribuan Unit dalam Setahun

Sebarkan artikel ini
UMKM Rutan Medan
Warga binaan Rutan Kelas I Medan sedang mengerjakan produk UMKM yang siap dipasarkan. Dok: Rutan Kelas I Medan

Ringkasan Berita

  • Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyebut capaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kem…
  • "Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan yang sejalan dengan program akselerasi yang digag…
  • Menurut Andi, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi warga binaan, petugas pembinaan, serta dukungan pihak e…

Topikseru.com – Siapa sangka, produk hasil karya warga binaan di Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas I Medan justru semakin diminati pasar. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, berbagai produk UMKM yang diproduksi di balik jeruji berhasil membukukan penjualan ribuan unit dan menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga puluhan juta rupiah.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyebut capaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan secara konsisten.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan yang sejalan dengan program akselerasi yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto,” ujar Andi, Senin (20/10/2025).

Ribuan Produk UMKM Hasil Karya Warga Binaan

Beragam jenis produk telah dipasarkan dan mendapat respons positif dari masyarakat. Mulai dari tas dan handbag 323 unit, sandal 1.084 unit, kerajinan tangan 212 unit, konveksi 118 unit, lukisan 10 unit, meubel 105 unit, ikan teri olahan 151 unit, aneka keripik 61 unit, roti 4.324 unit, hingga paving blok 10.000 keping.

Baca Juga  Soal Tahanan Tewas, Karutan Kelas I Medan: Kami Kesampingkan Aturan Demi Kemanusian

Menurut Andi, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi warga binaan, petugas pembinaan, serta dukungan pihak eksternal yang ikut membantu pemasaran produk.

“Kami terus berupaya agar setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan produktif. Hasil penjualan ini jadi motivasi untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menyiapkan mereka agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal keahlian nyata,” katanya.

PNBP Puluhan Juta dan Tabungan untuk Modal Usaha

Sepanjang tahun ini, program pembinaan produktif tersebut berhasil menyumbang PNBP sebesar Rp 28,5 juta.

Tidak hanya itu, warga binaan yang terlibat juga menerima premi upah yang langsung ditabung ke rekening masing-masing, sehingga bisa menjadi modal awal ketika bebas nanti.

Melalui unit kerja seperti bengkel kerja, dapur roti, konveksi, pertukangan, hingga produksi olahan pangan, warga binaan dilatih agar mampu menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi.

Dari Rutan Jadi Sentra Ekonomi Kreatif

Andi menegaskan, Rutan Medan kini tak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelatihan kerja dan wirausaha.

“Harapan kami, produk UMKM Rutan Medan bisa dikenal luas secara nasional, sekaligus menjadi contoh nyata pembinaan produktif di pemasyarakatan Indonesia,” pungkasnya.