BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Menguat 38,38 Poin Bertengger di Level 8.197,15 di Awal Perdagangan Kamis (23/10/2025)

×

IHSG Menguat 38,38 Poin Bertengger di Level 8.197,15 di Awal Perdagangan Kamis (23/10/2025)

Sebarkan artikel ini
Pada awal perdagangan Kamis (23/10/2025). Pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 38,38 poin atau 0,53% ke 8.197,15.

Ringkasan Berita

  • Pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 38,38 poin atau 0,53% ke 8.197,15.
  • Ada sebanyak 280 saham naik, 118 saham turun dan 212 saham stagnan.
  • PT Astra International Tbk (ASII) (-1,21%) Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Melanjutkan Koreksi dengan Support 8.120 da…

Topikseru.com – Pada awal perdagangan Kamis (23/10/2025). Pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 38,38 poin atau 0,53% ke 8.197,15.

Ada sebanyak 280 saham naik, 118 saham turun dan 212 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor properti yang naik 3,74%, sektor barang konsumen non siklikal naik 1,60% dan sektor teknologi yang naik 0,84%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,01 miliar saham dengan total nilai Rp 839,30 miliar.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (4,83%)
2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) (2,69%)
3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) (2,54%)

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (-1,57%)
2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (-1,26%)
3. PT Astra International Tbk (ASII) (-1,21%)

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Melanjutkan Koreksi dengan Support 8.120 dan Resistance 8.199

IHSG
IHSG pada perdagangan hari ini masih rawan melanjutkan koreksi dengan support 8.120 dan resistance 8.199. Sentimennya masih dipengaruhi oleh penahanan BI rate di 4,75%

Pada akhir perdagangan Rabu (22/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini parkir di zona merah. IHSG ditutup melemah 85,53 poin atau 1,04% ke level 8.152,55 di pasar spot.

Sebanyak 321 saham naik, 349 saham turun dan 139 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 29,22 miliar saham dengan total nilai Rp 22,69 triliun.

Baca Juga  IHSG Ditutup Menguat 55,80 Poin Bertengger di Level 8.604,59 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

Direktur Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, IHSG hari ini terkoreksi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di 4,75%.

Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, hari ini IHSG bergerak terkoreksi lantaran penguatan pada perdagangan Selasa (21/10) cenderung terbatas dan rawan koreksi. Di sisi lain, mayoritas bursa Asia hari ini juga bergerak terkoreksi.

“Pelemahan hari ini juga terpengaruh dari BI yang menetapkan BI rate di 4,75%, di luar perkiraan konsensus. Dolar Amerika Serikat (AS) juga menguat terhadap rupiah,” ujarnya.

Daniel melihat, IHSG diperkirakan besok (22/10) masih akan kembali bergerak melemah menuju level 7.950 – 8.100.

Untuk perdagangan besok, investor pun disarankan Daniel untuk mengakumulasi saham MBMA dengan target harga Rp 650 per saham, MDKA Rp 2.400 per saham, dan MEDC Rp 1.500 per saham.

Senada, Herditya memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini masih rawan melanjutkan koreksi dengan support 8.120 dan resistance 8.199. Sentimennya masih dipengaruhi oleh penahanan BI rate di 4,75%.

“Juga diperkirakan adanya aksi profit taking terhadap emiten-emiten big caps yang mengalami penguatan signifikan beberapa waktu lalu,” paparnya.

Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham ADRO dengan target harga Rp 1.850 – Rp 1.910 per saham, KLBF Rp 1.255 – Rp 1.285 per saham, dan TBLA Rp 800 – Rp 820 per saham.