Hukum & Kriminal

Iskandar ST Bantah Polisi Soal Salah Tangkap di Bandara Kualanamu: Perintah Penangkapan Bukan Salah Identifikasi

×

Iskandar ST Bantah Polisi Soal Salah Tangkap di Bandara Kualanamu: Perintah Penangkapan Bukan Salah Identifikasi

Sebarkan artikel ini
Iskandar ST salah tangkap
Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, mengungkap dirinya dipaksa turun dari pesawat di Bandara Kualanamu, Kamis (23/10/2025). Ia menegaskan insiden itu bukan identifikasi, melainkan penangkapan penuh yang dilakukan hingga ke garbarata. Foto : Topikseru.com/Mangara Wahyudi

Ringkasan Berita

  • Dipaksa Turun Oleh 4 Orang dari Pesawat Menurut Iskandar, ia dipaksa turun dari pesawat oleh empat hingga lima orang …
  • Karena saya dapat informasi dan data akurat, sebelum penangkapan terjadi, perintahnya memang penangkapan," ungkap Isk…
  • Menurutnya, seorang penumpang yang sudah berada di dalam kabin pesawat tidak boleh diturunkan sembarangan, apalagi ta…

Topikseru.com – Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, akhirnya buka suara soal insiden salah tangkap di Bandara Kualanamu yang membuat heboh publik. Ia menegaskan, kejadian yang menimpanya bukanlah proses identifikasi biasa, melainkan penangkapan penuh, bahkan dilakukan di dalam garbarata pesawat.

“Dalam insiden itu prosesnya adalah penangkapan. Karena saya dapat informasi dan data akurat, sebelum penangkapan terjadi, perintahnya memang penangkapan,” ungkap Iskandar tegas, Kamis (23/10/2025).

Dipaksa Turun Oleh 4 Orang dari Pesawat

Menurut Iskandar, ia dipaksa turun dari pesawat oleh empat hingga lima orang petugas. Saat itu, dirinya sempat meminta surat perintah, dan diperlihatkan dokumen penangkapan atas nama “Iskandar”, dengan sangkaan judi online.

“Saya menanyakan ada nggak surat penangkapan, dan ditunjukkan. Di situ tertulis nama Iskandar, sangkaan judi online dan lain-lain,” jelasnya.

Baca Juga  Ketua NasDem Sumut Minta Kapolri Usut Insiden Salah Tangkap dan Tuduhan Judol: Ini Memalukan, Polisi Harus Reformasi!

Namun setelah diperiksa, ternyata Iskandar yang dimaksud bukan dirinya.

“Itu jelas keliru. Proses yang dilakukan terhadap saya adalah penangkapan, bukan identifikasi. Kalau dibilang identifikasi tapi dilakukan dengan cara penangkapan, ya salahnya dua kali,” ujarnya dengan nada kecewa.

Penumpang Tak Bisa Diturunkan Sembarangan

Iskandar juga menyoroti prosedur keamanan penerbangan. Menurutnya, seorang penumpang yang sudah berada di dalam kabin pesawat tidak boleh diturunkan sembarangan, apalagi tanpa izin resmi dari otoritas maskapai.

“Setahu saya, tidak dibenarkan. Karena setiap orang yang sudah masuk pesawat sudah melalui tahap sterilisasi dan verifikasi. Kalau penumpang itu tidak mengancam keselamatan, tidak boleh dikeluarkan secara paksa,” tegasnya.

Pernyataan Iskandar ini sekaligus menjadi kritik terhadap koordinasi antarinstansi di bandara, terutama antara petugas penegak hukum dan otoritas penerbangan.

Tak Mau Panjang, Asal Akui Fakta

Meski mengaku kecewa, Iskandar menyatakan tidak ingin memperpanjang masalah—asal pihak terkait mau mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.

“Kalau para pihak hadir, mengakui itu salah, memperbaiki diri, meminta maaf, dan memulihkan nama baik saya, maka saya anggap persoalan ini selesai. Tapi kalau tidak diakui, tentu ini tidak akan selesai,” tuturnya.