Kesehatan

Terkuak! Dua Bakteri Ini Jadi Biang Kerok Keracunan MBG 134 Siswa SMP di Toba

×

Terkuak! Dua Bakteri Ini Jadi Biang Kerok Keracunan MBG 134 Siswa SMP di Toba

Sebarkan artikel ini
keracunan MBG
Ilustrasi - Hasil uji laboratorium mengungkap adanya dua jenis bakteri berbahaya dalam makanan yang disajikan pada program MBG di SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba. Topikseru.com/Agus Sinaga

Ringkasan Berita

  • Hasil uji laboratorium mengungkap adanya dua jenis bakteri berbahaya dalam makanan yang disajikan pada program MBG (M…
  • Dua Bakteri Berbahaya Teridentifikasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara, M.
  • 5 Langkah Pencegahan dari Dinkes Sumut Sebagai upaya agar kasus serupa tidak terulang, Dinas Kesehatan Sumut menetapk…

Topikseru.com – Kasus keracunan MBG massal yang menimpa 134 siswa SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, akhirnya menemukan titik terang. Hasil uji laboratorium mengungkap adanya dua jenis bakteri berbahaya dalam makanan yang disajikan pada program MBG (Makanan Bergizi Gratis), 15 Oktober 2025 lalu.

Dua Bakteri Berbahaya Teridentifikasi

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara, M. Faisal Hasrimy, menyebut hasil pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan menemukan dua jenis bakteri yang kadarnya melebihi ambang batas aman.

“Hasil uji lab menunjukkan adanya bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Jumat (24/10/2025).

Kedua bakteri tersebut dikenal sebagai penyebab utama keracunan makanan akut. Bacillus cereus sering ditemukan pada makanan yang disimpan terlalu lama pada suhu ruang, sementara Staphylococcus aureus kerap berasal dari tangan penjamah makanan yang tidak higienis.

Dinkes Sumut Tegaskan: Pengawasan Akan Diperketat

Meski belum merinci penyebab spesifik munculnya bakteri tersebut, Faisal menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap rantai pasok dan proses penyajian makanan.

Baca Juga  Program MBG Dimulai di Tapteng, Kandungan Gizi dan Kehigienisan Dipertanyakan

“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat pengawasan mulai dari bahan pangan hingga makanan dikonsumsi,” tegasnya.

Dia juga memastikan bahwa program MBG tetap dilanjutkan, karena bertujuan meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar anak sekolah, terutama di daerah.

5 Langkah Pencegahan dari Dinkes Sumut

Sebagai upaya agar kasus serupa tidak terulang, Dinas Kesehatan Sumut menetapkan lima langkah pengawasan ketat:

  • SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
  • Menjaga kebersihan bahan pangan, alat masak, dan wadah saji.
  • Distribusi makanan harus cepat dan tepat waktu.
  • Penjamah makanan wajib memiliki sertifikat kompetensi.
  • Segera lapor ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala gangguan pencernaan setelah mengonsumsi MBG.

“Kami tidak ingin kasus ini membuat masyarakat takut. Justru harus jadi pelajaran untuk memperbaiki sistem keamanan pangan sekolah,” kata Faisal.

Program Bergizi yang Berujung Gawat

Sebelumnya, puluhan siswa SMPN 1 Laguboti mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap makanan dari program MBG. Mereka segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan.

Beruntung, seluruh siswa kini telah pulih, namun kasus ini menjadi sorotan nasional karena terjadi di tengah kampanye besar pemerintah untuk memperluas distribusi Makanan Bergizi Gratis bagi pelajar.