Ringkasan Berita
- Topikseru.com – Harga Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan dan jatuh di bawah $105 ribu pada 4 November, memperpanjang tren bearish yang telah membayangi pasar.
- Lalu, dalam 24 jam terakhir hari ini (5/11), Bitcoin mengalami penurunan sebesar 5%, sehingga total kerugian mingguan mencapai 10%.
- Sentimen “risk-off” di pasar saham turut memperburuk kejatuhan pasar kripto.
- Penurunan ini juga dipicu oleh serangkaian likuidasi di pasar mata uang kripto, yang semakin menambah suasana pesimis secara keseluruhan.
- Harga Bitcoin Turun 5,14% dalam Waktu 24 Jam Pada 5 November 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $101,400 atau setara dengan Rp1.702.687.343, mengalami penurunan 5,14% dalam 24 jam terakhir.
Topikseru.com – Harga Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan dan jatuh di bawah $105 ribu pada 4 November, memperpanjang tren bearish yang telah membayangi pasar.
Lalu, dalam 24 jam terakhir hari ini (5/11), Bitcoin mengalami penurunan sebesar 5%, sehingga total kerugian mingguan mencapai 10%.
Sentimen “risk-off” di pasar saham turut memperburuk kejatuhan pasar kripto.
Penurunan ini juga dipicu oleh serangkaian likuidasi di pasar mata uang kripto, yang semakin menambah suasana pesimis secara keseluruhan.
Harga Bitcoin Turun 5,14% dalam Waktu 24 Jam
Pada 5 November 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $101,400 atau setara dengan Rp1.702.687.343, mengalami penurunan 5,14% dalam 24 jam terakhir.
Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.660.464.688 dan harga tertingginya di Rp1.802.351.366.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp33.680 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 55% menjadi Rp1.951 triliun.
Harga Bitcoin Tertekan di Tengah Penutupan Pemerintah AS
Penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang kini telah memasuki bulan kedua turut memberikan dampak besar terhadap pasar keuangan, termasuk menekan harga Bitcoin.
Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office) memperkirakan bahwa penutupan ini dapat memperlambat pertumbuhan PDB AS hingga 2% pada kuartal keempat tahun 2025, serta merugikan perekonomian sebesar 7 hingga 14 miliar dolar dalam output ekonomi.
Namun, bukan hanya ketidakpastian fiskal yang menjadi beban pasar — pembekuan likuiditas yang parah juga menjadi faktor utama, dan hal ini tercermin jelas dalam metrik on-chain Bitcoin.
Cadangan Bitcoin di Bursa Meningkat di Tengah Ketidakpastian Pasar
Berdasarkan data on-chain dari CryptoQuant, cadangan Bitcoin di bursa mengalami peningkatan untuk pertama kalinya dalam enam minggu terakhir.
Hal ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali memasukkan koin mereka ke bursa.
Fenomena ini sering kali menjadi sinyal adanya pengambilan risiko atau justru pengurangan risiko, yang menunjukkan bahwa para trader tengah mengantisipasi volatilitas pasar.
Selain itu, cadangan Bitcoin yang dimiliki para penambang kini berada di level terendah sejak pertengahan tahun 2025.
Ini mengindikasikan bahwa para penambang kemungkinan besar mulai menjual Bitcoin untuk menutupi biaya operasional, menyusul dihentikannya subsidi energi dan insentif pajak akibat penutupan pemerintahan.
Lonjakan Stablecoin Tunjukkan Perpindahan ke Aset Aman
Seiring dengan perkembangan tersebut, jumlah penarikan stablecoin dari bursa melonjak ke rekor tertinggi.
Investor terlihat berbondong-bondong mengalihkan dana ke aset yang didukung dolar AS sebagai bentuk perlindungan.
Aksi ini, bersama dengan naiknya cadangan Bitcoin di bursa dan turunnya cadangan penambang, menunjukkan tren umum penghindaran terhadap aset berisiko.
Meski ada potensi pemulihan harga ketika pemerintahan AS kembali beroperasi, kemungkinan besar pemulihan harga Bitcoin akan tertunda.
Apakah Harga BTC Bisa Segera Pulih ke $110.000?
Per 4 November, harga Bitcoin berada di angka $104.209, mencatat penurunan ringan sebesar 4%.
Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan angka 29, yang menandakan bahwa Bitcoin berada dalam zona oversold (jenuh jual). Ini bisa menjadi sinyal potensi pemulihan harga jika terjadi dorongan beli dari pasar.
Jika harga berhasil memantul dari level support saat ini, ada kemungkinan kenaikan menuju $105.000. Bila momentum bullish menguat, harga bisa terus naik hingga mencapai $110.000.
Ditambah lagi, data on-chain terbaru menunjukkan tanda-tanda pemulihan, memberikan prospek jangka panjang yang tetap positif untuk Bitcoin.
Namun, jika pasar gagal mempertahankan level support di $104.000, penurunan lanjutan menuju $100.000 sangat mungkin terjadi.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menunjukkan tren bearish, dengan adanya perbedaan antara garis MACD dan garis sinyal.
Hal ini mengindikasikan tekanan turun yang masih kuat. Histogram yang berwarna merah menandakan bahwa sentimen jual masih mendominasi pasar saat ini.
Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: Coingape. Will Bitcoin Price Recover When US Govt. Opens? On-chain Data Shows Recovery Might Take a While. Diakses pada 5 November 2025












