Topikseru.com – Insiden tewasnya seorang pemuda asal Simeulue, Aceh, yang diduga dikeroyok di Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, memicu kecaman luas. Salah satunya datang dari Imam Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, Tgk Muchtar Andhika, yang meminta aparat bertindak tegas terhadap para pelaku.
Menurut Muchtar, peristiwa yang terjadi pada Jumat (31/10/2025) dini hari itu tidak hanya mencoreng citra masjid, tetapi juga berpotensi menimbulkan gesekan antarwilayah jika tidak ditangani serius.
“Agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain, pelaku harus dihukum dengan tegas,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Masjid adalah Ruang Ibadah Milik Umat
Muchtar menegaskan, masjid merupakan tempat ibadah yang diperuntukkan bagi seluruh umat Islam.
Karena bukan fasilitas pribadi, umat diperbolehkan beristirahat atau sekadar memanfaatkan fasilitas yang ada di dalamnya.
“Siapa pun berhak menumpang tidur, beristirahat, atau menggunakan toilet masjid selama menjaga adab,” tegasnya.
Harapan untuk Aparat: Tak Ada Spekulasi Politik
Ia juga mengimbau Kapolda Sumut, Polres Sibolga, dan pemerintah daerah turun langsung mengawal proses hukum.
Hal ini untuk mencegah munculnya narasi liar yang dapat merusak hubungan baik antara masyarakat Aceh dan Sumatera Utara.
“Kami berharap tidak ada spekulasi politik antarwilayah. Hubungan bertetangga harus tetap terjaga,” tambahnya.
Doa untuk Korban
Di akhir pernyataannya, Muchtar menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya almarhum Arjun.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberi ketabahan,” tutupnya.
Kasus penganiayaan ini kini menjadi perhatian publik dan mendorong seruan solidaritas antarwilayah agar masjid tetap menjadi tempat aman bagi siapa pun.







