IptekNews

Google Turun Tangan Atasi Penipu Via Telepon yang Kuras Rekening

×

Google Turun Tangan Atasi Penipu Via Telepon yang Kuras Rekening

Sebarkan artikel ini
penipuan via telepon
Google turun tangan dengan meluncurkan fitur anti penipuan via telepon. Foto: debt.org

Ringkasan Berita

  • Fitur ini menggunakan tools bernama 'Gemini Nano', sebagai turunan dari pemodelan bahasa besar berbasis kecerdasan bu…
  • Laporan Global Anti-Scam Alliance pada Oktober 2023 lalu mengatakan 1 dari 4 orang di seluruh dunia telah kehilangan …
  • Hal tersebut sebagai upaya Google untuk mengawasi dan memperingatkan pengguna saat menjadi target para pelaku penipuan.

TOPIKSERU.COM – Google tengah mempersiapkan fitur baru untuk melindungi pengguna dari aksi penipuan melalui telepon atau ‘scam calling’.

Hal tersebut sebagai upaya Google untuk mengawasi dan memperingatkan pengguna saat menjadi target para pelaku penipuan.

Fitur ini menggunakan tools bernama ‘Gemini Nano’, sebagai turunan dari pemodelan bahasa besar berbasis kecerdasan buatan atau ‘Gemini AI’.

Jangan khawatir, fitur ini akan berjalan baik secara online maupun offline.

Alat ini akan segera mengidentifikasi bila ada pola interaksi yang sama yang kerap pelaku gunakan saat menipu korban.

Baca Juga  Polda Sumut dapat Dukungan karena Berani Tangkap Nina Wati

Pengguna akan mendapat peringatan secara real-time ketika sedang menerima telpon. Google akan memasang bendera merah atau red flags pada layar ponsel.

Red flag akan muncul saat pelaku misalnya mengaku dari perwakilan bank dan meminta hal-hal yang tak lumrah.

Misalnya informasi personal pengguna seperti password atau PIN, permintaan pembayaran lewat kartu gift, atau meminta korban mentransfer sejumlah uang.

Kendati menjadi fitur penting, google belum membocorkan kapan alat pendeteksi penipuan ini tersedia.

“Akhir tahun ini,” hanya itu yang disampaikan sang raksasa Mountain View tersebut.

Laporan Global Anti-Scam Alliance pada Oktober 2023 lalu mengatakan 1 dari 4 orang di seluruh dunia telah kehilangan uang berkat penipuan online dan pencurian identitas.(*)

 

Sumber: CNBC