BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Menguat 39,08 Poin Berdiri di Level 8.405,60 Siang Ini

×

IHSG Menguat 39,08 Poin Berdiri di Level 8.405,60 Siang Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 39,08 poin atau 0,47% ke 8.405,60  di pasar spot akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (12/11/2025)

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (12/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 39,08 poin atau 0,47% ke 8.405,60  di pasar spot.

Tim riset dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa IHSG bahkan sempat menyentuh level intraday high 8.428 dan berhasil menembus area resistance psikologis di 8.400.

Secara teknikal, histogram MACD mulai mendatar, mengindikasikan momentum penguatan yang mulai terbatas, sementara Stochastic RSI sudah berada pada area overbought.

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan menguji kembali level psikologis 8.400 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” kata tim riset Phintraco Sekuritas, Rabu (12/11/2025).

Adapun hingga perdagangan siang ini, sebanyak tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor infrastruktur yang naik 1,72%, sektor barang konsumen non siklikal naik 1,56% dan sektor transportasi yang naik 1,20%.

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor teknologi yang turun 0,06%, sektor barang baku turun 0,05% dan sektor keuangan yang turun 0,02%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 29,46 miliar saham dengan total nilai Rp 11,77 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (5,95%)

2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (5,08%)

3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (2,70%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (-2,80%)

2. PT Indosat Tbk (ISAT) (-1,80%)

3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (-1,78%)

Analis Pasar: IHSG bergerak dalam rentang support di 8.310-8.270 dan resistance di 8.448-8.506

Pada perdagangan Selasa (11/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,29% ke level 8.366,52 di pasar spot.

Pelemahan IHSG sejalan dengan aksi jual asing di saham-saham perbankan besar (big bank) dan aksi ambil untung di saham sektor komoditas.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan koreksi IHSG masih dalam batas wajar. “Untuk Rabu (12/11/2025), IHSG berpeluang menguat dalam jangka pendek dengan support di 8.332 dan resistance di 8.394,” ujarnya.

Herditya menambahkan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi nilai tukar rupiah dan potensi aksi profit taking setelah IHSG sempat mencetak all-time high (ATH) baru.

Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang menarik dicermati. Di antaranya ANTM di rentang harga Rp 3.060-Rp 3.220, INDY di Rp 2.180-Rp 2.380, dan BRPT di Rp 3.640-Rp 3.870 per saham.

Senada, Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi, menilai pelemahan IHSG bersifat sementara.

Ia menyebut koreksi terjadi karena aksi jual asing di saham sektor perbankan dan profit taking di saham-saham berbasis komoditas.

Sementara, katalis positif tetap datang dari stabilnya nilai tukar rupiah dan tren net buy asing.

“IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan support kuat di level 8.200 dan resistance di 8.400. Secara teknikal masih berpotensi rebound dalam jangka pendek,” ujar Wafi.

Ia menambahkan, sektor consumer goods, real estate, dan telekomunikasi masih prospektif, dengan saham yang patut diperhatikan antara lain BBCA, BREN, BUMI, AMRT, TLKM, UNTR, dan ANTM.

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support di 8.310-8.270 dan resistance di 8.448-8.506 pada Rabu (12/11/2025).

Ia menyebut, sejumlah faktor makro akan turut memengaruhi arah pasar dalam waktu dekat.

“Data penjualan eceran per September 2025, penjualan kendaraan per Oktober 2025, serta perkembangan terkait harapan berakhirnya US government shutdown pekan ini, akan menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG,” ujar Nafan.