Bursa

Bagaimana Nasib Emas 2026? Begini Analisis WGC, Investor Harus Siapkan Diri!

×

Bagaimana Nasib Emas 2026? Begini Analisis WGC, Investor Harus Siapkan Diri!

Sebarkan artikel ini
prospek emas 2026
Ilustrasi - Harga Emas Spot Tercatat Naik 1,3% Berdiri di Level US$ 3.983,89 Per Ons Troi

Topikseru.com – Prospek harga emas pada 2026 sangat dipengaruhi dua variabel utama, yakni perkembangan kebijakan tarif dagang internasional dan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Demikian disampaikan Shaokai Fan, Head of Asia Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council (WGC), dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Menurut Shaokai, apabila sengketa tarif antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya mereda, sebagian risiko pasar akan turun dan tekanan yang selama ini mendorong permintaan safe‑haven, termasuk emas, bisa berkurang.

“Jika perselisihan tarif selesai dengan baik, sebagian risiko di pasar mungkin akan berkurang, sehingga harga emas kemungkinan tidak terpengaruh,” ujarnya.

Fed dan Ekspektasi Penurunan Suku Bunga: Pemicu Utama Reli Emas

Faktor lain yang mendapat sorotan WGC adalah potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Shaokai menilai penurunan Fed Funds Rate akan menjadi katalis positif bagi emas karena menekan suku bunga riil dan meningkatkan daya tarik aset non‑imbal hasil seperti emas.

Dia juga menyinggung rencana Presiden AS, Donald Trump, yang disebut-sebut bakal menunjuk ketua The Fed yang lebih condong pada pelonggaran moneter, sebuah dinamika yang berpotensi mendorong emas lebih tinggi jika realisasinya terjadi.

Analisis pasar menunjukkan sentimen serupa, banyak bank besar memproyeksikan skenario harga emas yang lebih tinggi pada 2026 seandainya penurunan suku bunga berlanjut dan permintaan dari bank sentral serta investor institusional tetap kuat.

Sebagai perbandingan konteks pasar, beberapa rumah riset bahkan mengajukan target harga yang jauh lebih tinggi untuk 2026, mengingat akumulasi pembelian oleh bank sentral dan aliran dana ke ETF emas.

Baca Juga  Bursa Asia Bergerak Bervariasi: Indeks Nikkei 225 Jepang Melonjak Lebih dari 1% dan Cetak Rekor Tertinggi

Bentuk Investasi: Fisik vs Digital, Preferensi Investor Masih Beragam

Shaokai juga mencatat tidak ada perubahan proyeksi signifikan terkait preferensi bentuk emas (fisik vs digital). Pilihan itu akan tetap bergantung pada profil investor, yakni investor yang mencari kepemilikan langsung cenderung memilih emas fisik, sementara investor yang mengutamakan kemudahan, likuiditas, dan akses cepat lebih memilih produk digital seperti ETF emas.

Investor yang lebih menyukai sesuatu yang cepat dan mudah, dengan literasi yang baik, kemungkinan lebih memilih emas ETF. Tapi investor yang mengutamakan kepemilikan fisik tentu akan memilih emas batangan atau perhiasan,” ujarnya.

Implikasi Bagi Investor dan Pelaku Pasar

Ringkasnya, WGC menempatkan harga emas 2026 sebagai fungsi dua variabel geopolitik dan moneter:

  • Resolusi sengketa perdagangan internasional → menurunkan premium risiko;
  • Kebijakan The Fed (potensi pemangkasan suku bunga) → menurunkan suku bunga riil dan mendorong aliran modal ke emas.

Bagi investor, itu berarti skenario terbaik bagi emas adalah kombinasi meredanya ketegangan dagang dan penurunan suku bunga di AS.

Sebaliknya, eskalasi perang tarif atau The Fed yang menahan suku bunga lebih tinggi dari ekspektasi dapat membatasi pergerakan harga emas.

Para pelaku pasar disarankan memantau perkembangan hubungan dagang global serta setiap sinyal dovish/hawkish dari The Fed sebagai indikator arah harga emas ke depan.