Ringkasan Berita
- Topikseru.com – Pada perdagangan Sabtu (15/11/2025) Pasar kripto kian terpuruk dalam 24 jam terakhir.
- Harga Bitcoin (BTC) hari ini terjun bebas ke US$ 95 ribu dan mencatatkan pekan dengan penurunan terburuk sejak Maret 2025.
- Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 2,84% menjadi US$ 3,24 triliun dalam 24 jam.
- Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini ambles 3,86% dalam 24 jam terakhir.
- Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 95.703 per koin atau setara Rp 1,59 miliar (Kurs Rp 16.712).
Topikseru.com – Pada perdagangan Sabtu (15/11/2025) Pasar kripto kian terpuruk dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terjun bebas ke US$ 95 ribu dan mencatatkan pekan dengan penurunan terburuk sejak Maret 2025.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 2,84% menjadi US$ 3,24 triliun dalam 24 jam.
Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini ambles 3,86% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 95.703 per koin atau setara Rp 1,59 miliar (Kurs Rp 16.712).
Penurunan tajam juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 2,02% menjadi US$ 3.170, Dogecoin (DOGE) jatuh 1,6% menjadi US$ 0,16, XRP terkoreksi 1,96% menjadi US$ 2,27, Solana (SOL) jatuh 1,56% menjadi US$ 142. Sedangkan Binance (BNB) malah nak tipis 0,09% menjadi US$ 928,
Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin kembali tertekan ke US$ 95 ribu setelah pekan penuh tekanan yang menyeret valuasinya ke posisi terendah sejak Mei.
Sepanjang pekan ini, harga Bitcoin (BTC) sudah merosot hampir 9%, menjadi kinerja terburuk dalam delapan bulan dan kembali tertinggal dari indeks saham AS yang justru mencatat kenaikan tipis.
Ethereum (ETH) juga melemah lebih dalam, turun lebih dari 11% sejak Senin dan bergerak di bawah US$ 3.200. Solana (SOL) ikut jatuh 15% dalam periode yang sama.
Sementara itu, XRP justru lebih tangguh dengan koreksi hanya 1%, kemungkinan ditopang peluncuran ETF spot XRP pertama di AS oleh Canary Capital.
Saham-saham terkait kripto bergerak beragam setelah aksi jual tajam sehari sebelumnya. MicroStrategy (MSTR).
Pemegang Bitcoin terbesar di sektor publik, kembali turun 4% ke bawah US$ 200, level terendah sejak Oktober 2024.
Saham Bullish (BLSH), BitMine (BMNR), CleanSpark (CLSK), MARA Holdings (MARA), dan Hive Digital (HIVE) masing-masing melemah 4–7%.
Di sisi lain, saham penambang Hut 8 justru bangkit 6% setelah laporan kinerja American Bitcoin, perusahaan patungan dengan keluarga Trump. Robinhood (HOOD) dan Riot Platforms (RIOT) juga naik sekitar 3%.
Minim Data Penting
Menurut analis Bitfinex, sentimen pasar kripto tertekan oleh minimnya data ekonomi AS akibat penghentian operasional pemerintah terlama sejak 1 Oktober hingga Kamis lalu.
Shutdown tersebut menyebabkan rilis data inflasi dan ketenagakerjaan tertunda, sehingga investor kehilangan panduan untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed.
“Penurunan ini terjadi karena kekosongan informasi dan ketidakpastian politik,” tulis tim analis.
Mereka menambahkan bahwa RUU pendanaan yang mengakhiri shutdown hanya menutup pemerintahan hingga 30 Januari, sehingga ketidakpastian masih berlanjut.
Noelle Acheson, penulis Crypto Is Macro Now, menilai pelemahan ini merupakan koreksi yang dibutuhkan setelah Bitcoin gagal keluar dari fase konsolidasi panjang di atas US$ 120 ribu.
“Kita perlu melewati fase flush ini sebelum pasar bisa kembali bernapas,” ujarnya sembari menekankan bahwa likuiditas makro tetap menjadi penentu utama arah BTC.
John Glover, CIO Ledn, mengingatkan bahwa indikator teknikal masih membuka ruang penurunan lanjutan. Menurutnya, penembusan BTC di bawah level Fibonacci 23,6% (sekitar US$ 100 ribu) membuka jalan menuju support kuat berikutnya di kisaran US$ 84 ribu.
Glover memproyeksikan volatilitas tinggi dalam beberapa bulan ke depan dan menyebut koreksi ini bagian dari fase bearish Bitcoin.
“Kita mungkin melihat BTC kembali di atas US$ 100 ribu sebelum akhirnya menembus di bawah US$ 90 ribu secara lebih lama,” ujarnya sembari memperkirakan proses koreksi penuh bisa berlangsung hingga musim panas 2026.












