Video

SHERLY TJOANDA Nangis, Anaknya Harus Bekerja Setelah Benny Laos Meninggal

×

SHERLY TJOANDA Nangis, Anaknya Harus Bekerja Setelah Benny Laos Meninggal

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita

  • Pengakuan itu ia sampaikan dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Denny Sumargo.
  • Putra Bungsu Tiba-tiba Dewasa Sebelum Waktunya Sherly mengungkapkan, sejak kehilangan Benny Laos, putra bungsunya ber…
  • “Harusnya Dia Masih Main, Bukan Bekerja” Dengan suara bergetar, Sherly mengaku merasa iba karena putranya harus m…

Topikseru.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, tak mampu menahan air mata ketika mengingat perubahan besar yang terjadi pada putra bungsunya setelah kepergian sang suami, Benny Laos. Pengakuan itu ia sampaikan dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Denny Sumargo.

Dalam wawancara tersebut, Sherly membuka cerita tentang perjalanan hidupnya sebagai seorang ibu tunggal. Ia menyebut anak-anaknya – terutama putra bungsu – sebagai sumber kekuatan terbesar yang membuatnya tetap tegar menjalani hari.

Putra Bungsu Tiba-tiba Dewasa Sebelum Waktunya

Sherly mengungkapkan, sejak kehilangan Benny Laos, putra bungsunya berubah drastis menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa dari usianya. Di balik kebanggaan itu, Sherly tak bisa menyembunyikan rasa sedih setiap kali memandang anaknya.

Menurutnya, di usia 19 tahun, sang anak semestinya masih menikmati masa muda, bermain, dan mengeksplorasi dunia. Namun kenyataan berkata lain: putranya memilih untuk mendampinginya bekerja, turun ke berbagai daerah, dan terus berada di sisinya.

“Harusnya Dia Masih Main, Bukan Bekerja”

Dengan suara bergetar, Sherly mengaku merasa iba karena putranya harus memikul tanggung jawab besar yang tidak semestinya ia tanggung di usia belia.

“Usia sembilan belas tahun itu harusnya masih masa bermain. Tapi dia malah harus ikut saya bekerja, ke mana pun saya pergi,” tuturnya lirih.

Sherly menduga, alasan anaknya terus menemaninya bukan sekadar membantu, tetapi ingin memastikan keselamatan sang ibu setelah mereka kehilangan figur ayah.

Kesedihan Terbesar: Bukan untuk Diri Sendiri, Tapi Anak-anak

Sherly menegaskan bahwa kesedihan terdalam yang ia rasakan bukanlah statusnya sebagai seorang janda. Ia mengaku sudah mampu menerima takdir itu.

Yang paling melukainya justru memikirkan anak-anaknya yang kini tumbuh tanpa sosok ayah.

“Untuk diri saya sendiri, saya sudah kuat. Tapi setiap memikirkan anak-anak, terutama yang bungsu, hati saya luluh,” katanya.

Refleksi Seorang Ibu yang Kehilangan Suami

Kesaksian emosional Sherly Tjoanda membuat percakapan di YouTube Denny Sumargo itu menjadi sorotan. Banyak warganet ikut memberikan dukungan dan doa agar Sherly beserta anak-anaknya tetap diberi kekuatan menjalani masa sulit.