Video

303 Siswa Nigeria Diculik, Pemerintah Tutup Semua Sekolah

×

303 Siswa Nigeria Diculik, Pemerintah Tutup Semua Sekolah

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita

  • Sedikitnya 303 siswa dan 12 guru dari St.
  • Mary’s School di Negara Bagian Niger dilaporkan diculik kelompok bersenjata pada Jumat (21/11/2025).
  • Angka terbaru ini disampaikan oleh Asosiasi Kristen Nigeria, yang melakukan pemutakhiran data setelah berkoordinasi d…

Topikseru.com – Insiden penculikan massal kembali mengguncang Nigeria. Sedikitnya 303 siswa dan 12 guru dari St. Mary’s School di Negara Bagian Niger dilaporkan diculik kelompok bersenjata pada Jumat (21/11/2025). Para korban disebut berusia antara 8 hingga 18 tahun.

Angka terbaru ini disampaikan oleh Asosiasi Kristen Nigeria, yang melakukan pemutakhiran data setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan otoritas sekolah.

Sekolah Ditutup, Pemerintah Fokuskan Upaya Penyelamatan

Merespons penculikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, Gubernur Negara Bagian Niger, Mohammed Umar Bago, memutuskan untuk menutup seluruh sekolah di wilayah tersebut.

Kebijakan itu diambil agar aparat dapat memusatkan perhatian pada upaya pencarian dan penyelamatan.

Langkah serupa juga diambil Kementerian Pendidikan Nasional, yang menutup 47 sekolah menengah berasrama untuk mencegah insiden serupa terulang.

Minim Pengamanan, Warga: Tak Ada Polisi Saat Kejadian

Seorang warga lokal, Umar Yunus, menuturkan bahwa sekolah tidak memiliki perlindungan memadai pada hari kejadian.

Dia menyebut hanya ada penjaga keamanan lokal tanpa dukungan polisi atau aparat negara.

“Tidak ada petugas pemerintah. Keamanan hanya dijaga tenaga lokal,” ujarnya.

Kondisi minim pengamanan ini disebut menjadi salah satu faktor tingginya risiko penculikan di wilayah pedalaman Nigeria.

Belum Ada Pihak yang Mengaku Bertanggung Jawab

Hingga kini, belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas penculikan massal tersebut.

Kendati demikian, analis keamanan dan warga setempat menyebut bahwa kelompok kriminal bersenjata di Nigeria kerap menargetkan:

  • sekolah,
  • wisatawan,
  • serta penduduk desa,

untuk meminta uang tebusan. Fenomena ini telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan di negara tersebut.

Pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian menegaskan tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengevakuasi para siswa dan guru.