Daerah

Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Bupati Masinton Unggah Kondisi Terkini: 4 Warga Meninggal, Ribuan Rumah Terendam

×

Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah, Bupati Masinton Unggah Kondisi Terkini: 4 Warga Meninggal, Ribuan Rumah Terendam

Sebarkan artikel ini
Banjir Parah Tapanuli Tengah: 4 Tewas, Ribuan Rumah Terendam
Kondisi banjir menerjang permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah. Foro: Tangkapan layar

Ringkasan Berita

  • Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, membagikan langsung sejumlah foto dan video kondisi terkini bencana melalu…
  • Dalam unggahan tersebut, Masinton memperlihatkan situasi banjir di Kecamatan Pandan serta beberapa kecamatan lain.
  • Bukan hanya banjir, jalan amblas sedalam 20–25 sentimeter terjadi di Jalan Sipan–Sihaporas, Kecamatan Pandan.

Topikseru.com – Bencana banjir dan longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Selasa (25/11/2025). Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, membagikan langsung sejumlah foto dan video kondisi terkini bencana melalui akun Instagram pribadinya, @masintonpasaraibu.

Dalam unggahan tersebut, Masinton memperlihatkan situasi banjir di Kecamatan Pandan serta beberapa kecamatan lain. Air berwarna coklat terlihat menggenangi ruas jalan utama, sementara di Kecamatan Tukka terjadi longsor yang membuat badan jalan dipenuhi tumpukan tanah.

Sejumlah warga, termasuk anak-anak dan ibu-ibu, tampak mengungsi ke titik yang lebih aman.

Bupati Masinton: Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang & Longsor Terjadi di Banyak Titik

Melalui Instagram Story dan video Reels yang diunggahnya, Bupati Masinton menjelaskan bahwa wilayah Tapanuli Tengah sedang dilanda cuaca ekstrem selama beberapa hari terakhir.

“Cuaca ekstrem di pantai barat Sumatera Utara, terutama di Tapanuli Tengah, mengakibatkan banjir, banjir bandang dan tanah longsor di berbagai lokasi,” tulisnya.

Masinton juga mengungkapkan bahwa terdapat empat korban jiwa meninggal dunia akibat bencana tersebut, serta ribuan rumah terendam banjir.

“Informasi sementara ada empat korban jiwa, ribuan rumah terendam. Pemkab Tapteng bersama Basarnas, TNI, dan Polri masih melakukan evakuasi warga, menyiapkan dapur umum dan pelayanan kesehatan,” lanjutnya.

Baca Juga  BPBD Catat 623 Bencana Alam Terjadi di Sumut Sepanjang 2025, Karhutla Paling Dominan

Jalan Amblas, Warga Berjuang Lewati Banjir

Banjir parah juga terpantau di sepanjang jalan Kecamatan Pandan menuju Kota Sibolga. Sejumlah video warganet memperlihatkan air bah yang menutup akses jalan utama.

Bukan hanya banjir, jalan amblas sedalam 20–25 sentimeter terjadi di Jalan Sipan–Sihaporas, Kecamatan Pandan.

Petugas kepolisian terlihat mengatur arus lalu lintas di tengah derasnya air banjir. Meski berbahaya, sejumlah kendaraan roda dua dan empat tetap nekat melintas.

Warga sekitar turut membantu pengendara lain agar bisa melewati jalur banjir dengan aman.

BPBD Sumut: 7 Kabupaten/Kota Terkena Dampak

Terpisah, BPBD Sumut mengonfirmasi bahwa tujuh kabupaten/kota terdampak banjir bandang dan longsor pada hari yang sama.

Kepala Bidang Peralatan BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan data yang masuk masih bersifat sementara.

“Ini data sementara karena tim kami masih di lapangan,” ujarnya.

Tujuh daerah yang terdampak meliputi:

  • Kota Sibolga
  • Gunung Sitoli
  • Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Tapanuli Selatan
  • Nias Selatan
  • Mandailing Natal
  • Padang Lawas

Kota Sibolga

Empat kecamatan terendam banjir bandang:

  • Sibolga Kota
  • Sibolga Sambas
  • Sibolga Selatan
  • Sibolga Utara

Ketinggian air tercatat 30 – 50 cm. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi.

Kabupaten Tapanuli Tengah

Tujuh kecamatan terdampak:

  • Pandan
  • Sarudik
  • Badiri
  • Barus
  • Kolang
  • Tukka
  • Lumut

Total dampak berdasarkan data sementara:

  • Pandan: 150 KK
  • Sarudik: 338 KK
  • Barus: 65 KK
  • Kolang: 1.261 KK
  • Tukka: 10 KK
  • Lumut: 78 KK

Sebanyak 10 KK atau 45 jiwa mengungsi ke sebuah gereja yang dijadikan lokasi evakuasi.