Daerah

Akses Informasi Terputus: Situs BPBD Sumut Tidak Bisa Diakses Saat Ribuan Warga Mengungsi

×

Akses Informasi Terputus: Situs BPBD Sumut Tidak Bisa Diakses Saat Ribuan Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Situs BPBD Sumut
Tangkapan layar situs BPBD Sumut (bpbd.sumutprov.go.id) yang tidak dapat diakses pada Rabu (26/11/2025) dengan pesan ‘ERR_CONNECTION_REFUSED’. Kondisi ini terjadi di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara, ketika masyarakat sangat membutuhkan informasi resmi kebencanaan

Ringkasan Berita

  • “Sebagian besar korban meninggal berasal dari wilayah Tapanuli Selatan,” ujarnya saat dihubungi dari Medan, Rabu …
  • Kondisi ini memicu keluhan warga serta relawan yang membutuhkan informasi resmi terkait perkembangan bencana.
  • Saat dicoba diakses, halaman situs menampilkan pesan “Situs ini tidak dapat dijangkau — ERR_CONNECTION_REFUSED”…

Topikseru.com — Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara, situs resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut di alamat bpbd.sumutprov.go.id tidak dapat diakses sejak Rabu (26/11/2025).

Kondisi ini memicu keluhan warga serta relawan yang membutuhkan informasi resmi terkait perkembangan bencana.

Saat dicoba diakses, halaman situs menampilkan pesan “Situs ini tidak dapat dijangkau — ERR_CONNECTION_REFUSED”, menunjukkan server menolak koneksi. Upaya pemuatan ulang juga tetap berakhir gagal.

13 Korban Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Sebelumnya, berdasarkan laporan BPBD Sumut, banjir dan longsor yang terjadi sejak Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11) telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia, 37 luka-luka, dan ribuan warga harus mengungsi. Tujuh kabupaten/kota terdampak meliputi:

  • Tapanuli Tengah

  • Sibolga

  • Mandailing Natal

  • Tapanuli Selatan

  • Tapanuli Utara

  • Nias Selatan

  • Padangsidimpuan

Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, membenarkan data tersebut.

“Sebagian besar korban meninggal berasal dari wilayah Tapanuli Selatan,” ujarnya saat dihubungi dari Medan, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga  TNI Kerahkan 33 Ribu Personel untuk Pemulihan Bencana di Sumatera, 76 Alutsista Turun Gunung

Rinciannya sebagai berikut:

  • 6 korban dari Kecamatan Batangtoru

  • 1 korban dari Kecamatan Sipirok

  • 1 korban dari Kecamatan Angkola Barat

  • 4 korban dari Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, yang tertimbun material longsor saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Situs Down, Informasi Kebencanaan Sulit Diakses

Di saat masyarakat membutuhkan pembaruan cepat terkait kondisi medan, titik rawan banjir, dan peringatan dini cuaca ekstrem, tidak berfungsinya situs BPBD justru memperparah situasi.

Warga mengeluhkan karena tidak bisa mengakses:

  • Update harian jumlah korban

  • Peta titik banjir dan longsor

  • Informasi jalur evakuasi

  • Kebutuhan bantuan logistik

  • Laporan kerusakan infrastruktur

Bagi wilayah terpencil yang tidak memiliki akses cepat ke media sosial, keberadaan situs resmi menjadi sumber informasi paling penting dan paling terpercaya. Ketika situs gagal berfungsi, alur informasi terputus, koordinasi terganggu, dan distribusi bantuan berpotensi melambat.

Transparansi dan Infrastruktur Informasi Perlu Diperkuat

Dalam situasi bencana hidrometeorologi seperti saat ini, ketersediaan informasi bukan hanya soal teknis, tetapi menyangkut keselamatan warga. Pemerintah daerah perlu memastikan infrastruktur digital — termasuk server, backup, dan jalur komunikasi darurat — tetap berfungsi optimal terutama pada masa krisis.

Pemantapan sistem informasi kebencanaan juga penting mengingat intensitas curah hujan ekstrem yang diprediksi semakin meningkat di Sumatera Utara.