Ringkasan Berita
- Sebanyak 433 narapidana harus dipindahkan ke dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) lain guna memastikan keamanan mereka.
- Pemindahan dilakukan ke Lapas Pemuda Kelas III Langkat dan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura setelah air terus naik dan me…
- Evakuasi Massal Dilakukan dengan Pengamanan Ketat Kabid Keamanan Perawatan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Su…
Topikseru.com – Rutan Kelas IIB Pangkalan Berandan, Kabupaten Langkat, terpaksa mengosongkan seluruh blok hunian setelah kawasan tersebut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, Rabu (26/11/2025).
Sebanyak 433 narapidana harus dipindahkan ke dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) lain guna memastikan keamanan mereka.
Pemindahan dilakukan ke Lapas Pemuda Kelas III Langkat dan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura setelah air terus naik dan membanjiri seluruh kamar hunian.
Evakuasi Massal Dilakukan dengan Pengamanan Ketat
Kabid Keamanan Perawatan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sumut, Rindra Wardhana, mengatakan proses relokasi dilakukan menggunakan bus transpas yang didatangkan dari UPT Langkat dan Medan.
“Total ada 433 narapidana yang dipindahkan. Seluruh proses evakuasi berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan jajaran pemasyarakatan,” jelas Rindra.
Dia menambahkan, seluruh WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) dipindahkan secara bertahap untuk mencegah kepadatan dan memastikan keamanan selama perjalanan.
Banjir Menggenangi Seluruh Area Rutan
Banjir mulai memasuki area Rutan Pangkalan Berandan sejak pagi hari. Air kemudian meluap hingga ke blok hunian, membuat seluruh kamar tidak lagi layak ditempati.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat tingginya curah hujan selama tiga hari terakhir sebagai pemicu banjir yang melanda kawasan tersebut.
Limpasan air dari permukiman sekitar membuat rutan tak mampu menahan debit air.
Relokasi Dilakukan untuk Keselamatan Warga Binaan
Rindra menegaskan bahwa keputusan memindahkan ratusan narapidana merupakan langkah darurat demi menghindari potensi risiko, termasuk kesehatan, keamanan, dan keselamatan para WBP.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh narapidana telah tiba di UPT tujuan dan ditempatkan di blok hunian sementara sambil menunggu kondisi rutan kembali normal.













