Daerah

Update Longsor dan Banjir Sumut: 23 Meninggal Dunia dan 5 Hilang

×

Update Longsor dan Banjir Sumut: 23 Meninggal Dunia dan 5 Hilang

Sebarkan artikel ini
banjir sumut
BPBD Sumut menyebut data sementara jumlah korban jiwa dalam bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah di Sumut mencapai 47 orang dan 9 orang masih hilang.

Ringkasan Berita

  • BPBD menyebut pendataan masih berlangsung karena sebagian besar wilayah terdampak mengalami gangguan komunikasi dan a…
  • Wilayah Mandailing Natal (Madina) menjadi daerah dengan cakupan bencana terluas: 12 lokasi banjir bandang, termasuk K…
  • Puluhan Lokasi Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah, Tapsel, Sibolga, dan Madina Bencana terbesar tercatat di Tapanu…

Topikseru.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut pada Rabu (26/11/2025) pukul 15.00 WIB mencatat 23 orang meninggal dunia, 5 orang masih hilang, 37 warga luka-luka, dan lebih dari 3.000 orang terpaksa mengungsi ke titik aman.

BPBD menyebut pendataan masih berlangsung karena sebagian besar wilayah terdampak mengalami gangguan komunikasi dan akses jalan yang terputus.

Puluhan Lokasi Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah, Tapsel, Sibolga, dan Madina

Bencana terbesar tercatat di Tapanuli Tengah, yang dilanda 7 titik banjir bandang dan 6 titik longsor. Wilayah yang paling terdampak meliputi Kecamatan Pandan, Tukka, Sarudik, Badiri, Kolang, Lumut, Pinangsori, dan beberapa titik lainnya.

Material lumpur dan puing dilaporkan menutup akses utama sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Di Tapanuli Selatan, banjir bandang terjadi di 7 kecamatan, termasuk Angkola Sangkunur, Batang Angkola, Batang Toru, Sipirok, Marancar, dan Muara Batang Toru.

Selain itu, terdapat 4 titik longsor di kecamatan Angkola Barat, Angkola Sangkunur, Sipirok, dan Batang Toru.

Kota Sibolga juga tak luput dari bencana. Empat kecamatan yaitu Sibolga Kota, Sibolga Selatan, Sibolga Utara, dan Sibolga Sambas dilanda banjir bandang. Sementara longsor tercatat di empat titik.

Wilayah Mandailing Natal (Madina) menjadi daerah dengan cakupan bencana terluas:

  • 12 lokasi banjir bandang, termasuk Kecamatan Siabu, Hutabargot, Panyabungan Selatan, Natal, Ranto Baek, Kotanopan, dan Muara Sipongi.
  • 6 titik longsor, termasuk Puncak Sorik Marapi, Batang Natal, dan Kotanopan.
  • 1 titik angin puting beliung di Kecamatan Natal.
Baca Juga  Sumut Berduka: Korban Meninggal Dunia Banjir dan Longsor Menjadi 47 Orang, 9 Masih Hilang

Akses Jalan Terputus, Komunikasi Mati Total

Sekretaris BPBD Sumut, Herianto, mengatakan pihaknya masih mengalami kesulitan mendapatkan laporan lengkap dari lapangan.

“Informasi yang kami terima sangat terbatas karena jaringan seluler mati total di beberapa wilayah terdampak. Banyak petugas di lapangan tidak bisa dihubungi,” ungkap Herianto.

Empat titik akses jalan utama dilaporkan putus tertimbun material longsor, yakni di Adian Koting, Batu Nadua, Sibolga, dan Pandan.

“Ada jalur yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 40 kilometer. Kesulitannya luar biasa,” lanjutnya.

BPBD Kerahkan 30 Personel, Namun Tim Masih Terkendala Masuk Lokasi

Sebagai langkah cepat, BPBD Sumut telah mengirim 30 personel ke dua wilayah terdampak utama: 15 orang ke Tapanuli Tengah dan 15 orang ke Tapanuli Selatan.

Namun hingga sore hari, kedua tim ini belum berhasil mencapai desa-desa paling parah terdampak.

“Aksesnya terputus sehingga mobilisasi logistik dan tim SAR terhambat,” jelas Herianto.

Tim membawa bantuan logistik prioritas seperti makanan siap saji, tenda darurat, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi.

BMKG Sudah Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai zona cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Utara pada 24–27 November 2025.

Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang dan longsor di wilayah pegunungan dan aliran sungai.

“BMKG sudah mengingatkan bahwa selama periode 24-27 November cuaca di Sumut sangat ekstrem. Peringatan ini sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Herianto.

Hingga kini BPBD masih melakukan pendataan sembari mengerahkan tambahan personel untuk mempercepat proses pencarian korban hilang dan penanganan pengungsi.