Topikseru.com – Bencana alam yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, kembali memakan korban. Hingga Jumat (28/11/2025), Polres Tapanuli Utara mencatat 15 orang meninggal dunia dan 36 warga masih dinyatakan hilang. Proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang bekerja tanpa henti di lapangan.
Kepala Seksi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon, menyampaikan bahwa sebagian besar korban meninggal berasal dari Kecamatan Adiankoting.
“Ada 11 korban dari Adiankoting, dua dari Kecamatan Parmonangan, dan dua lainnya adalah karyawan swasta,” ujarnya di Tarutung.
Evakuasi Terkendala Akses dan Longsoran
Wilayah terdampak bencana tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Adiankoting, Parmonangan, Pahae Jae, Purbatua, Tarutung, Simangumban, Siatasbarita, Sipoholon, dan Pahae Julu.
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan masih berupaya membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Proses pencarian juga dilakukan secara manual karena medan sulit dan cuaca tidak bersahabat.
“Pembersihan longsoran terus dilakukan untuk membuka jalur yang terisolir,” ujar Walpon.
Total Korban di Sumut Mencapai 47 Orang
Sementara itu, BPBD Sumut melaporkan bahwa secara keseluruhan terdapat 47 korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.












