Daerah

15 Warga Tapanuli Utara Meninggal, 36 Hilang Usai Bencana Alam Dipicu Siklon Tropis Senyar

×

15 Warga Tapanuli Utara Meninggal, 36 Hilang Usai Bencana Alam Dipicu Siklon Tropis Senyar

Sebarkan artikel ini
bencana Sumatera
Ilustrasi - LBH Medan mengkritisi sikap Presiden Prabowo yang belum juga menetapkan banjir dan longsor Sumatera sebagai bencana nasional

Ringkasan Berita

  • Hingga Jumat (28/11/2025), Polres Tapanuli Utara mencatat 15 orang meninggal dunia dan 36 warga masih dinyatakan hilang.
  • Proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang bekerja tanpa henti di lapangan.
  • "Ada 11 korban dari Adiankoting, dua dari Kecamatan Parmonangan, dan dua lainnya adalah karyawan swasta," ujarnya di …

Topikseru.com – Bencana alam yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, kembali memakan korban. Hingga Jumat (28/11/2025), Polres Tapanuli Utara mencatat 15 orang meninggal dunia dan 36 warga masih dinyatakan hilang. Proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang bekerja tanpa henti di lapangan.

Kepala Seksi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon, menyampaikan bahwa sebagian besar korban meninggal berasal dari Kecamatan Adiankoting.

“Ada 11 korban dari Adiankoting, dua dari Kecamatan Parmonangan, dan dua lainnya adalah karyawan swasta,” ujarnya di Tarutung.

Evakuasi Terkendala Akses dan Longsoran

Wilayah terdampak bencana tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Adiankoting, Parmonangan, Pahae Jae, Purbatua, Tarutung, Simangumban, Siatasbarita, Sipoholon, dan Pahae Julu.

Tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan masih berupaya membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Proses pencarian juga dilakukan secara manual karena medan sulit dan cuaca tidak bersahabat.

Baca Juga  71 KK Terdampak Banjir di Mandailing Natal, BPBD: Air Belum Surut, Penanganan Masih Berlangsung

“Pembersihan longsoran terus dilakukan untuk membuka jalur yang terisolir,” ujar Walpon.

Total Korban di Sumut Mencapai 47 Orang

Sementara itu, BPBD Sumut melaporkan bahwa secara keseluruhan terdapat 47 korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.

Intensitas hujan ekstrem menyebabkan banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur di berbagai lokasi.

Dampak Siklon Tropis Senyar, Hujan Ekstrem Melanda Sumut

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh Siklon Tropis Senyar, yang sebelumnya merupakan Bibit Siklon 95B dan mulai berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh.

“Dalam satu minggu terakhir, hujan turun setiap hari di wilayah Sumatera Utara. Kondisinya didorong oleh kelembapan udara yang sangat tinggi sehingga memicu hujan lebat hingga sangat lebat,” kata Hendro.

Fenomena ini juga berdampak pada gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah daerah, memperburuk kondisi penanganan bencana.

BBMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.