Hukum & KriminalNews

Babysitter di Medan Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Bongkar Makam

×

Babysitter di Medan Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Bongkar Makam

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita

  • Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Panggil Sarianto Simbolon mengatakan bahwa ekshumasi atas permintaan keluarga setelah …
  • "Pembongkaran ini kami lakukan karena permintaan keluarga.
  • Pada saat memandikan jenazah, katanya banyak keanehan yang mereka temukan," kata Kompol Panggil Sarianto, Rabu (5/6).

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Polsek Medan Labuhan menggelar Ekshumasi atau pembongkaran makam Septi Yolanda (25), seorang babysitter di pemakaman umum Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Panggil Sarianto Simbolon mengatakan bahwa ekshumasi atas permintaan keluarga setelah menemukan kejanggalan atas kematian SY.

“Pembongkaran ini kami lakukan karena permintaan keluarga. Pada saat memandikan jenazah, katanya banyak keanehan yang mereka temukan,” kata Kompol Panggil Sarianto, Rabu (5/6).

Sebelumnya, pihak keluarga mencurigai kematian SY, yang bekerja sebagai babysitter ini tidak wajar.

Sebab, saat memandikan jenazah korban mereka menemukan sejumlah kejanggalan.

Yudhi, saudara kandung SY, menyebut kejanggalan penyebab kematian korban bermula dari kronologis yang mereka terima. Sehingga muncul kecurigaan jika Septi menjadi korban pembunuhan.

Baca Juga  Misteri Kematian Jurnalis Nico Saragih: Polsek Medan Baru Gelar Pra Rekonstruksi, Keluarga Sorot Kejanggalan

“Kami telah mendapat rekaman CCTV. Katanya adik saya melompat, tetapi dari rekaman terlihat dia seperti tak berdaya karena disikut. Adik saya kemudian jatuh, dan yang aneh, pacarnya sempat terus jalan tanpa berhenti,” kata Yudhi, Rabu (5/6).

Yudhi mengungkapkan bahwa pacar adiknya mengatakan bahwa SY sengaja melompat dari sepeda motor saat melintas di area Pasar IV Mabar.

Namun, berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh keluarga, kronologi kematiannya berbeda dengan pengakuan sang pacar.

Kecurigaan keluarga semakin kuat saat proses pemandian jenazah. Mereka menemukan bahwa terdapat memar pada bagian atas tubuh dan telinga mengeluarkan darah.

Kompol Simbolon menyebut mengenai pemeriksaan kekasih SY, dia menyatakan bahwa pihaknya belum bisa melakukan langkah tersebut.

“Kami tidak bisa langsung menduga pacarnya, karena semua ada tahapan-tahapannya,” ujar Kompol Simbolon.

Kompol Panggil Sarianto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil dari tim forensik Polda Sumut untuk mengetahui penyebab pasti kematian SY.(Zei/topikseru.com)