Ringkasan Berita
- Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut melaporkan 17 kabupaten/kota terdampak bencana…
- Data sementara yang dihimpun pada Sabtu (29/11/2025) mencatat sejumlah daerah besar seperti Kota Medan, Tebing Tinggi…
- Fenomena tersebut terbentuk sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh dan Selat Malaka.
Topikseru.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan terakhir menimbulkan dampak signifikan. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut melaporkan 17 kabupaten/kota terdampak bencana banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.
Data sementara yang dihimpun pada Sabtu (29/11/2025) mencatat sejumlah daerah besar seperti Kota Medan, Tebing Tinggi, Binjai, Padangsidimpuan, hingga Sibolga masuk dalam daftar wilayah terdampak.
Tidak hanya kota besar, bencana juga meluas ke berbagai kabupaten antara lain Deliserdang, Serdangbedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, hingga Padang Lawas.
Respons BPBD Sumut: Penanganan Darurat di Seluruh Wilayah
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan data tersebut merupakan laporan awal yang terus diperbarui oleh masing-masing daerah.
“Seluruh wilayah yang terdampak telah melakukan langkah penanganan cepat bersama pemangku kebijakan terkait. Perkembangan data bencana akan kami sampaikan secara berkala,” ujar Sri Wahyuni.
Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi membuat sebagian wilayah mengalami genangan, kerusakan fasilitas umum, serta risiko longsor yang meningkat.
Penyebab Utama: Siklon Tropis Senyar Picu Cuaca Ekstrem
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini berkaitan langsung dengan Siklon Tropis Senyar, yang sebelumnya merupakan Bibit Siklon 95B.
Fenomena tersebut terbentuk sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh dan Selat Malaka. Sejak berkembang menjadi siklon, wilayah Sumatera Utara diguyur hujan setiap hari dengan intensitas yang bervariasi, bahkan beberapa kali mencapai level ekstrem.
Hendro menyebutkan bahwa Siklon Tropis Senyar menghasilkan:
- Hujan lebat hingga sangat lebat
- Angin kencang
- Gelombang tinggi di pesisir
Kelembapan udara yang sangat tinggi, membuat atmosfer semakin jenuh dan memicu hujan ekstrem
“Kondisi udara yang sangat basah menyebabkan potensi hujan intensitas tinggi terus berulang di sejumlah daerah Sumut,” jelasnya.
Dampak dan Mitigasi Ke Depan
Seiring kondisi cuaca yang masih labil, masyarakat BBMKG mengimbau agar mewaspadai risiko:
- Banjir susulan
- Pergerakan tanah / longsor
- Pohon tumbang
Gelombang tinggi di wilayah pesisir
BPBD Sumut menekankan bahwa koordinasi lintas instansi terus mereka lakukan untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk pendistribusian logistik, evakuasi warga, dan pemulihan pascabencana.













