Daerah

Update Bencana Sumut: 216 Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor

×

Update Bencana Sumut: 216 Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
bencana alam Sumut
Ilustrasi - Tujuh korban meninggal banjir bandang dan tanah longsor di Tapsel dikebumikan secara massal. Topikseru.com/Ameq

Ringkasan Berita

  • Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat 216 orang meninggal dunia akibat benc…
  • BMKG: Siklon Tropis Senyar Pemicu Cuaca Ekstrem Sementara itu, Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan ba…
  • Laporan resmi yang diterima di Medan pada Minggu (30/11/2025) menyebutkan, berbagai bencana seperti banjir, banjir ba…

Topikseru.com – Rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) sejak 21 hingga 28 November 2025 menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat 216 orang meninggal dunia akibat bencana yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

Laporan resmi yang diterima di Medan pada Minggu (30/11/2025) menyebutkan, berbagai bencana seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor terjadi hampir merata di sejumlah daerah.

17 Kabupaten/Kota Terimbas Bencana

Bencana hidrometeorologi tercatat melanda wilayah berikut:

  • Kota Medan
  • Kota Tebing Tinggi
  • Kota Binjai
  • Kota Padangsidimpuan
  • Kota Sibolga
  • Kabupaten Deliserdang
  • Kabupaten Serdangbedagai
  • Kabupaten Langkat
  • Kabupaten Humbang Hasundutan
  • Kabupaten Pakpak Bharat
  • Kabupaten Nias
  • Kabupaten Tapanuli Utara
  • Kabupaten Asahan
  • Kabupaten Tapanuli Selatan
  • Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Kabupaten Mandailing Natal
  • Kabupaten Padang Lawas

Banyaknya daerah terdampak menunjukkan skala bencana yang cukup luas, serta tingginya risiko korban jiwa dalam rentang waktu yang sangat singkat.

BPBD Sumut: Data Masih Bersifat Sementara

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa angka korban meninggal tersebut masih bersifat sementara.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Utara pada Minggu 7 Desember: Waspada Angin Kencang dan Potensi Banjir

“Setiap daerah terus memperbarui laporan sesuai hasil assessment lapangan dan kondisi terakhir. Informasi lebih lanjut, termasuk data korban dan kerusakan infrastruktur, akan diperbaharui secara berkala,” ucap Sri Wahyuni.

Dia menambahkan, pemerintah daerah dan instansi terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari evakuasi, distribusi bantuan logistik hingga pembukaan akses wilayah terdampak.

BMKG: Siklon Tropis Senyar Pemicu Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar, yang sebelumnya dikenal sebagai Bibit Siklon Tropis 95B.

Fenomena cuaca tersebut mulai berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh dan Selat Malaka. Sejak itu, Sumatera Utara mengalami hujan berturut-turut setiap hari dalam intensitas tinggi.

Menurut Hendro, Siklon Tropis Senyar menyebabkan:

  • Hujan lebat hingga ekstrem
  • Gelombang tinggi
  • Angin kencang

Atmosfer yang sangat lembap, sehingga memicu curah hujan ekstrem berulang

“Kelembapan udara yang sangat tinggi membuat udara menjadi sangat basah, sehingga memaksimalkan potensi hujan intensitas tinggi di banyak wilayah Sumut,” jelasnya.

Peringatan Dini dan Langkah Antisipasi

Mengingat cuaca ekstrem yang masih berlanjut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.

Beberapa potensi bahaya yang perlu antisipasi meliputi:

  • Banjir susulan
  • Pergerakan tanah / longsor
  • Pohon tumbang
  • Gangguan transportasi dan gelombang tinggi di pesisir

Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan jalur evakuasi tetap aman bagi warga.