Peristiwa

Gawat! BBM Eceran Rp 45 Ribu Per Liter dan Warga Medan Antre 2 Jam Lebih

×

Gawat! BBM Eceran Rp 45 Ribu Per Liter dan Warga Medan Antre 2 Jam Lebih

Sebarkan artikel ini
Kelangkaan BBM di Sumut
Antrean panjang SPBU Sumatera Utara pasca bencana

Ringkasan Berita

  • Mereka mengantre untuk membeli BBM yang sulit didapat pasca banjir.
  • Berdasarkan pantauan di beberapa SPBU seperti di Jalan Prof HM Yamin, Jalan Letda Sudjono, Jalan Besar Tembung, Jalan…
  • Menurut salah seorang Seorang warga, Lina mengaku mengantre hingga dua jam di SPBU Jalan Yaqub Lubis.

Topikseru.com – Pasca banjir besar menerjang kota Medan di mana aejumlah SPBU di sekitar Kota Medan masih dipadati pengendara. Mereka mengantre untuk membeli BBM yang sulit didapat pasca banjir.

Berdasarkan pantauan di beberapa SPBU seperti di Jalan Prof HM Yamin, Jalan Letda Sudjono, Jalan Besar Tembung, Jalan Yaqub Lubis Bandar Khalifah dan Jalan Perhubungan Lau Dendang. Kendaraan mengular hingga ke jalan raya.

Menurut salah seorang Seorang warga, Lina mengaku mengantre hingga dua jam di SPBU Jalan Yaqub Lubis.

“Hampir dua jam lah. Dari jam 9 pagi, dapatnya baru pas jam 11. Habis tenaga dan waktu,” ujar Lina kepada detikSumut, Minggu (30/11).

Lina mengaku, dirinya terpaksa mengantre karena sepeda motornya sudah mogok dan kehabisan bahan bakar. Ia juga harus mengantar anaknya sekolah esok hari.

“Kalau enggak mikirin besok ngantar anak dan kerja, malas juga mengantre. Karena sudah kosong kali ini, udah mogok tadi,” katanya.

Warga lainnya, Eko menyebut dirinya terpaksa memutar jauh ke SPBU Jalan Letda Sujono karena SPBU yang ada di dekat rumahnya ditutup.

“SPBU dekat rumah saya yang di Lau Dendang tutup. Terpaksa harus ke Letda Sujono. Di sini pun ngantre juga rupanya,” katanya.

Ia mengaku heran kenapa antrean di banyak SPBU mengular hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

“Katanya karena banjir, tapi kok lama kali kondisinya begini. Biasanya antrenya enggak sepanjang ini. Kalau gini arus lalu lintas pun terganggu,” tambahnya.

Menurut Eko, beberapa warga yang sudah mengantri berjam-jam sempat saling adu mulut. Mereka kesal beberapa pengendara diminta memutar.

“Ada warga sini, tinggal di jalan yang di samping SPBU. Sama yang lain disuruh mutar, ya marah warga situ, enggak mau mutar karena antrean panjang ke belakang,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengatasi kondisi panjangnya antrean di SPBU.

“Kalau bisa SPBU yang tutup itu segera dibuka lagi. Karena antrean di beberapa SPBU panjang kali kalau ada yang tutup. Jadi kalau bisa segera lah diatasi,” tutupnya.

Beli Eceran Rp 45 Ribu/Liter
Warga lainnya Suci juga mengaku mengantre hingga satu jam di SPBU Letda Sudjono.

“Sudah antre hampir sejam lah ini. Susah kali cari minyak udah keliling dua SPBU pada abis,” ungkap warga Medan, Suci.

Hal serupa juga turut dirasakan pengendara Imran yang mengaku sudah kehabisan bensin sejak dua hari terakhir. Ia menyebut dirinya rela antre lantaran tidak mendapat pasokan BBM.

“Udah dua hari bensin habis, ini pun tadi dorong. Katanya ada stok di sini, ke sinilah kami,” ujar Imran.

Panjangnya antrean BBM di SPBU juga terjadi di beberapa titik seperti SPBU Jalan Putri Hijau, SPBU Jalan Sudirman, SPBU Jalan Krakatau, dan lainnya.

Sementara itu, beberapa oknum juga turut memanfaatkan langkanya BBM di kalangan masyarakat. Beberapa pengendara bahkan terpaksa membeli dengan harga Rp 45 ribu per liter untuk Pertalite.

“Beli Rp 45 ribu per liter pertalite yang ketengan (eceran) daripada habis enggak bisa jalan. Tadi pun kami beli udah mau habis BBM di kedainya, di daerah Denai,” ucap warga Medan Bibah

BBM Langka di Medan Gara-gara Cuaca Buruk

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah titik di Kota Medan, Sumatra Utara menipis di tengah banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kondisi ini memicu antrean panjang di SPBU dan menyulitkan warga beraktivitas, terutama mereka yang mengandalkan kendaraan untuk mobilitas harian.

Pada Jumat (28/11), pantauan di lapangan menunjukkan beberapa SPBU tidak lagi menyediakan pertalite.

Misalnya saja di SPBU Jalan Cemara, SPBU Jalan Delitua, dan SPBU Jalan Merak Jingga terpantau kosong. Di SPBU Jalan HM Yamin, stok pertalite dan Pertamax sama-sama tidak tersedia.

“Sejak dari tadi malam susah kali nyari pertalite. Jangankan pertalite, nyari Pertamax pun susah di SPBU HM Yamin. Saya sampai keliling, rata rata SPBU kosong BBM. Akhirnya terpaksa beli eceran di pinggir jalan. Harganya pun dijual Rp15 ribu per liter untuk pertalite,” ujar Dina salah seorang warga Medan.

Kekosongan serupa terjadi di SPBU Jalan Simpang Selayang, SPBU Jalan Sisingamangaraja, SPBU Jalan Medan Tembung, dan SPBU Medan Perjuangan. Kondisi itu membuat sebagian warga beralih ke penjual eceran meski harus membayar lebih mahal.

“Di kawasan Medan Perjuangan, Medan Tembung semua SPBU kosong BBM. Beli bensin eceran antre nya udah kayak antre bansos. Harganya juga naik jadi Rp15 ribu per liter,” ungkap Yudi warga Kota Medan.

Sementara itu, SPBU yang masih menjual pertalite dan Pertamax menjadi titik penumpukan kendaraan. Antrean panjang terlihat di SPBU Jalan Ringroad, SPBU Jalan Adam Malik, SPBU Jalan Polonia dan SPBU Jalan KL Yos Sudarso.

“Panjang kali antreannya sampai ke badan jalan. Itupun nggak tahu juga kendaraan yang antre itu masih kedapatan BBM atau nggak. Udah banjir di mana mana, nyari bensin pun susah kali. Kalau begini, mending di rumah ajalah dulu,” ungkap Rezki.

Baca Juga  Tujuh Ekor Burung Kakak Tua Jambul Kuning Selamat dari Perdagangan Ilegal, Dua Pelaku Ditangkap

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan kekosongan BBM terjadi karena dua kapal pengangkut pertalite dan biosolar tertahan di perairan Belawan sejak 23 November 2025 akibat cuaca buruk.

“Namun membaiknya kondisi cuaca mulai memberikan dampak positif bagi proses pemulihan. Gelombang laut yang sebelumnya tinggi kini telah mereda sehingga kapal pengangkut BBM dapat bersandar di Fuel Terminal Medan Group. Sejak hari ini, proses recovery dan normalisasi penyaluran BBM kembali dilakukan ke SPBU-SPBU terdampak secara bertahap,” ungkapnya.

Selain terhambatnya pasokan laut, jalur distribusi darat ke wilayah-wilayah yang terdampak banjir dan longsor juga mengalami gangguan. Berdasarkan laporan operasional hingga 27 November 2025 pukul 21.00 WIB, sebanyak 23 dari 406 SPBU di Sumut terdampak bencana.

“Stok BBM di lembaga penyalur tercatat 4.489 KL Gasoline dan 1.910 KL Gasoil. Pada penyaluran LPG, 15 agen dan 5 SPBE juga terdampak, terutama karena kerusakan akses jalur logistik di beberapa titik, termasuk rute Pangkalan Susu – Brandan,” ucapnya.

Pertamina terus memperkuat langkah penanganan darurat untuk menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Sumatera Utara, yang hingga saat ini masih berada dalam kondisi bencana akibat hujan ekstrem, angin kencang, dan tanah longsor di sejumlah daerah.

“Kami memastikan suplai terus bergerak dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan,” sebutnya.

Untuk LPG, tantangan utama masih berada pada akses darat menuju wilayah Pangkalan Susu yang mengalami kerusakan. Sebagai langkah mitigasi, Pertamina melakukan Reguler Alternatif Supply (RAE) dari IT Dumai untuk mendukung suplai LPG ke sejumlah SPPBE yang aksesnya terhambat.

“Hingga hari ini, beberapa SPPBE tercatat masih dapat menyalurkan LPG ke Agen, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terlayani. Pertamina menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG untuk kebutuhan memasak di rumah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah-langkah percepatan dilakukan melalui penambahan mobil tangki dari Dumai, pemanfaatan skid tank, penggunaan AE Suplai, serta penugasan awak mobil tangki dari luar region untuk mempercepat recovery distribusi.

“Pertamina juga menyiapkan perangkat pendukung seperti Starlink dan genset pada titik operasional tertentu guna menjaga kelancaran koordinasi di lapangan. Tim kami bergerak menyesuaikan pola suplai, melakukan alih suplai antar terminal, dan mengoptimalkan armada untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Fahrougi.

Kelangkaan BBM Terkendala Pendistribusian, Rico Waas Imbau Warga Medan Tidak Panik Karena Stok BBM Cukup

Menyikapi permasalahan kelangkaan BBM yang terjadi ditengah bencana banjir, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghimbau kepada seluruh warga kota Medan agar tidak panik. Sebab berdasarkan informasi PT Pertamina stok BBM di Kota Medan aman, namun terkendala pendistribusian akibat cuaca buruk di Pelabuhan Belawan dan kondisi banjir.

Hal ini disampaikan Rico Waas usai menggelar pertemuan dengan pihak PT Pertamina dan PT PLN di rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman.

“Kami menghimbau masyarakat kota Medan untuk tidak panik. Karena rekan-rekan Pertamina menyatakan stok BBM cukup”, Kata Rico Waas didampingi Sekda, Wiriya Alrahman dan Asisten Ekbang, Citra Effendi Capah serta Kadis Kominfo, Arrahmaan Pane.

Menurut Rico Waas, kelangkaan BBM yang terjadi saat ini di Kota Medan dikarenakan pendistribusian ke SPBU terkendala akibat cuaca buruk yang terjadi di pelabuhan Belawan sehingga kapal yang sudah bersandar tidak bisa bongkar muat BBM. Selain itu faktor banjir juga menjadi kendala dalam pendistribusian BBM.

“Kami juga minta masyarakat bersabar dan tidak panic buying, agar BBM yang didistribusikan ke SPBU oleh Pertamina dapat disalurkan secara merata”, jelas Rico Waas.

Terkait pemadaman listrik, Rico Waas, menyampaikan berdasarkan informasi yang didapat dari PT PLN, pemadaman listrik yang terjadi dikarenakan terdapat 5 Gardu induk yang terendam banjir.

“PLN melaporkan bahwa lima gardu induk tergenang banjir, menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Kota Medan terutama di Medan Utara. Namun seiring surutnya air, proses pemulihan sedang berlangsung dan listrik akan menyala secara bertahap. Akan tetapi bagi wilayah yang masih terendam banjir pemadaman listrik masih terjadi guna mencegah hal yang tidak diinginkan”, Jelas Rico Waas.

Diakui Rico Waas, rekan-rekan PT Pertamina dan PT PLN juga berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan memperbaiki Persoalan pemadaman listrik dan penyaluran BBM ke SPBU.

Sementara itu Tito Riyanto, Sales Manajer Retail Medan PT Pertamina, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang buruk dan akses jalan yang banjir menjadi penyebab terkendalanya distribusi BBM ke SPBU.

“Kami mengharapkan masyarakat tidak panik dan membeli BBM secukupnya saja sesuai kebutuhan. Karena kami pastikan dalam 2-3 hari kedepan suplai BBM ke SPBU aman”, jelasnya.

Menurut Tito, untuk saat ini stok BBM di depot internal di rata-ratakan bisa cukup 10 sampai 11 hari kedepan, jadi tidak ada kekhwatiran stok BBM di depot. Hanya saja persoalan pendistribusian dan masyarakat yang membeli BBM melebihi kebutuhan normal menjadi PR kami.

“Karena stok BBM aman, jika pendistribusian normal kembali, kami jamin tidak ada kelangkaan BBM lagi”, ujarnya.