Ringkasan Berita
- Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setelah BMKG mengeluarkan peringatan potensi banjir rob yang diprediksi terjadi…
- Menurut Dani, banjir yang terus berlangsung membuat aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh.
- Posko Evakuasi Mulai Beroperasi, Warga Diminta Tetap Waspada Untuk mengantisipasi kondisi yang kemungkinan memburuk, …
Topikseru.com – Banjir yang melanda Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, masih belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Rabu (3/12/2025). Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setelah BMKG mengeluarkan peringatan potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 1–7 Desember 2025.
“Sampai sekarang banjirnya masih, ditambah lagi air pasang dari laut mulai meninggi,” ujar Dani, warga Desa Cinta Rakyat, saat ditemui topikseru.com.
Menurut Dani, banjir yang terus berlangsung membuat aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh. Banyak nelayan tidak dapat melaut, sementara pedagang kehilangan pembeli karena minimnya aktivitas warga.
“Karena banjir ini mata pencaharian tidak ada lagi. Nelayan tak bisa melaut, yang berdagang tak ada yang beli,” tambahnya.
Posko Evakuasi Mulai Beroperasi, Warga Diminta Tetap Waspada
Untuk mengantisipasi kondisi yang kemungkinan memburuk, pemerintah desa bersama BPBD Deli Serdang telah membuka sejumlah posko evakuasi dan dapur umum.
Lokasinya tersebar di beberapa titik aman, termasuk Kantor Desa dan sejumlah masjid setempat.
“Saat ini kami bersama BPBD Deli Serdang sedang bersiaga dan telah menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang mungkin datang,” kata Ayub, Sekretaris Desa Percut.
Ayub menyampaikan bahwa bantuan logistik dari DPRD Deli Serdang dan masyarakat sudah mulai masuk. Namun, bantuan tersebut masih terbatas dan hanya cukup untuk kebutuhan dapur umum.
“Kalau logistik sudah ada, tapi hanya cukup untuk dapur umum saja. Kalau menyalurkan ke setiap keluarga tidak mencukupi. Ada 1.998 jiwa yang bermukim di Desa Percut,” jelasnya.
Masyarakat Berharap Situasi Segera Pulih
Di tengah ketidakpastian cuaca, warga berharap banjir segera surut agar mereka bisa kembali beraktivitas dan memulihkan ekonomi rumah tangga.
“Harapan kami agar kondisi ini cepat membaik. Cuaca membaik supaya anak-anak kami bisa beraktivitas seperti biasa, baik pergi melaut atau berdagang. Pendapatan bisa kembali untuk memenuhi kebutuhan,” ungkap Ana (65), warga Desa Percut.
Hingga saat ini, petugas gabungan dan relawan masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi air dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.







