Ringkasan Berita
- Selama sepekan terakhir, harga bitcoin turun 1,8%.
- Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 89.408,88 atau Rp 1,49 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhada…
- Harga Ethereum (ETH) merosot 3,94% dalam 24 jam terakhir.
Topikseru.com – Pada perdagangan Sabtu, (6/12/2025) harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin (BTC) bergerak di zona merah di mana harga kripto hari ini antara lain bitcoin dan Ethereum kompak melemah.
Berdasarkan data yang dilansir dari Coinmarketcap.com, harga kripto kapitalisasi pasar terbesar (BTC) merosot 3,78% dalam 24 jam terakhir.
Selama sepekan terakhir, harga bitcoin turun 1,8%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 89.408,88 atau Rp 1,49 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.684).
Harga Ethereum (ETH) merosot 3,94% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga Ethereum susut 0,63%. Saat ini, harga Ethereum berada di posisi USD 3.030.
Harga kripto hari ini seperti tether (USDT) berada di zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga tether susut 0,05% dalam sepekan terakhir. Saat ini, harga tether berada di posisi USD 1,00.
Harga XRP terpangkas 3,32% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga XRP merosot 6,73%. Kini, harga XRP berada di posisi USD 2,03.
Harga binance coin (BNB) turun 1,93% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga BNB merosot 0,19%. Saat ini, harga BNB berada di posisi USD 886,34.
Harga USDC naik 0,01% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga USDC merosot 0,02%. Kini, harga USDC berada di posisi USD 0,9998.
Harga solana (SOL) terpangkas 4,16% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga solana susut 2,81%. Saat ini, harga solana berada di posisi USD 133,79.
Harga tron (TRX) melemah tipis 0,16% dalam 24 jam terakhir. Harga TRX naik 1,77% selama sepekan terakhir. Kini, harga tron berada di posisi USD 0,2861.
Harga dogecoin (DOGE) terperosok 5,58% selama 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga dogecoin susut 6,85%. Saat ini, harga DOGE berada di posisi USD 0,1403.
Harga cardano (ADA) melemah 5,6% dalam 24 jam terakhir. Harga cardano turun 1% selama sepekan terakhir. Kini, harga cardano berada di posisi USD 0,4167.
Kapitalisasi pasar kripto dlaam 24 jam terakhir turun 2,99%. Saat ini, kapitalisasi pasar kripto mencapai USD 3,04 triliun atau Rp 50.721 triliun.
Sebelumnya, generasi muda Amerika Serikat (AS) kini beralih ke kripto. Langkah generasi muda AS ini seiring semakin jauhnya untuk memiliki rumah. Gen Z disalahkan karena boros, malas dan cenderung you only live once (Yolo) terhadap investasi berisiko seperti kripto dan token non-fungible (NFT).
Namun, anak muda telah menerima label ini dan perilaku mereka bahkan dapat dikatakan rasional. Hal ini seiring memburuknya kondisi ekonomi, termasuk semakin mahalnya harga rumah. Hal ini merupakan temuan dari laporan Financial Times terbaru oleh John Burn-Murdoch. Demikian mengutip Yahoo Finance, Senin (1/12/2025),
Dua ekonom Seung Hyeong Lee dari Northwestern University dan Younggeun Yoo dari University of Chicago baru-baru ini menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan lebih sedikit pekerjaan, lebih banyak waktu luang dan investasi dalam aset keuangan berisiko seperti kripto semuanya sangat umum di kalangan anak muda yang tidak mampu membeli rumah.
Sebaliknya, menurut riset tersebut, mereka yang memiliki rumah atau berprospek untuk segera memiliki rumah mengambil lebih sedikit risiko.
Jika tabungan tetap dan akumulasi aset tradisional tidak lagi cukup untuk mengamankan rumah, beberapa rumah tangga mungkin akan memilih strategi berisiko tinggi dan berimbal hasil tinggi seperti berinvestasi dalam mata uang kripto sebagai pilihan terakhir, menurut studi tersebut.
Harga rumah di AS naik 2,2% antara kuartal ketiga 2024 dan kuartal ketiga 2025, menurut Indeks Harga Rumah Federal Housing (FHFA) AS (FHFA HPI).
Secara nasional, pasar perumahan AS telah mengalami apresiasi tahunan yang positif setiap kuartal sejak awal 2012.
“Memang wajar meratapi nihilisme ekonomi yang semakin meningkat di kalangan generasi muda, dan bukti menunjukkannya, tetapi mereka hanya memainkan kartu yang telah diberikan kepada mereka,” tulis Burn-Murdoch.
Ketika ia memperluas penelitian ke Inggris, gambaran serupa muncul. Anak muda dengan sedikit atau tanpa prospek untuk memiliki rumah dalam waktu dekat lebih cenderung mengambil risiko keuangan dibandingkan mereka yang berada dalam jangkauan untuk memiliki rumah.













