Lingkungan

Chanee Kalaweit Akui 9 Tahun Ditekan Kemenhut, Kini Mulai Bisa Bersuara soal Isu Konservasi

×

Chanee Kalaweit Akui 9 Tahun Ditekan Kemenhut, Kini Mulai Bisa Bersuara soal Isu Konservasi

Sebarkan artikel ini
Chanee Kalaweit
Instagram @chaneekalaweit

Ringkasan Berita

  • Chanee mengungkap bahwa dirinya sempat 9 tahun dilarang bicara lantang soal isu konservasi, termasuk kondisi kawasan …
  • Pengakuan itu disampaikan Chanee usai bertemu Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli, dalam sebuah diskusi intensif ter…
  • Bawa Menteri Lihat Kerusakan Hutan dari Pesawat Kecil Dalam pertemuan tersebut, Chanee mengajak Raja Juli melakukan p…

Topikseru.com – Aktivis lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, akhirnya buka suara mengenai tekanan yang ia alami selama hampir satu dekade.

Chanee mengungkap bahwa dirinya sempat 9 tahun dilarang bicara lantang soal isu konservasi, termasuk kondisi kawasan hutan yang rusak dan tidak direklamasi.

Pengakuan itu disampaikan Chanee usai bertemu Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli, dalam sebuah diskusi intensif terkait strategi perlindungan kawasan konservasi. Pertemuan tersebut disebut menjadi titik balik baru dalam hubungan antara organisasi nirlaba dan pemerintah.

Bawa Menteri Lihat Kerusakan Hutan dari Pesawat Kecil

Dalam pertemuan tersebut, Chanee mengajak Raja Juli melakukan peninjauan udara menggunakan pesawat ringan. Dari udara, sang menteri diperlihatkan kondisi riil sejumlah kawasan yang rusak parah akibat:

  • Tambang batu bara yang tidak direklamasi
  • Ekspansi kebun kelapa sawit
  • Lahan-lahan kritis yang dibiarkan terbuka

Menurut Chanee, pendekatan pengawasan hutan melalui pesawat kecil jauh lebih efektif untuk melihat kerusakan yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

Optimisme Baru antara NGO dan Pemerintah

Chanee menyebut dialog dengan Raja Juli membawa harapan baru. Ia merasakan adanya ruang komunikasi yang lebih sehat antara pemerintah dan organisasi lingkungan.

Baca Juga  Penampakan Rafflesia Hasseltii Bunga Langka Unik dari Sumatera

“Pertemuan ini menimbulkan optimisme. NGO bukan hanya tugasnya teriak, tapi juga memberi saran, solusi, dan masukan yang konkret,” ujar Chanee.

Dia menegaskan bahwa kerusakan ekosistem di Indonesia telah berlangsung puluhan tahun, sehingga proses pemulihannya memerlukan waktu panjang dan konsistensi kebijakan.

“Harus Teriak, Tapi Tidak Asal Teriak”

Dalam pernyataannya, Chanee menegaskan bahwa peran NGO bukan sekadar menyuarakan kritik keras, tetapi juga bekerja langsung bersama masyarakat di lapangan.

“Kadang kita harus teriak. Tapi tidak asal teriak. Ketika dibutuhkan, kita harus bisa memberikan solusi. Apalagi kepada pejabat yang punya kewenangan membuat kebijakan,” katanya.

Mengenal Sosok Chanee Kalaweit

  • Lahir: Prancis, 2 Juli 1979
  • Ibu: WNI keturunan Indonesia
  • Datang ke Indonesia di usia 18 tahun, difasilitasi aktris Prancis Muriel Robin
  • Mendirikan Yayasan Kalaweit pada 1998

Fokus utama Yayasan Kalaweit adalah menyelamatkan owa-owa dan satwa endemik Kalimantan serta Sumatra dari ancaman perdagangan ilegal dan kerusakan hutan.

Organisasi ini kini mengelola sejumlah kawasan konservasi:

1. Kalimantan Tengah

  • The Dulan Reserve
  • The Kalaweit Pararawen Nature Reserve
    Total luas: 1.054 hektare

2. Kabupaten Solok, Sumatra Barat

  • The Supayang Reserve
    Luas: 400 hektare

Yayasan tersebut juga membangun cagar alam swasta, pusat rehabilitasi satwa, dan bekerja langsung dengan warga sekitar hutan untuk memperkuat budaya konservasi.