Peristiwa

Longsor Kembali Terjadi di Solok: Warga Rekam Detik-Detik Tanah Runtuh dan Ledakan Kabel Listrik

×

Longsor Kembali Terjadi di Solok: Warga Rekam Detik-Detik Tanah Runtuh dan Ledakan Kabel Listrik

Sebarkan artikel ini
Longsor
Rekaman warga banjir yang datang lagi hingga tanah longsor di wilayah Solok, Sumatera Barat. (Instagram/gadihbujangminangkabau - pdg24jam)

Ringkasan Berita

  • Arus air yang deras, debit yang semakin meningkat, serta kondisi tanah yang labil menjadikan bencana ini sebagai sala…
  • Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan aliran air berwarna coklat pekat mengalir deras dan menghan…
  • Di Padang ya ini.” Unggahan itu juga menjelaskan bahwa hujan lebat di Muaro Pingai belum mereda, membuat aliran sun…

Topikseru.comBanjir bandang dan longsor kembali melanda wilayah Padang, Paninggahan, dan Solok pada Rabu siang, 10 Desember 2025, setelah hujan deras mengguyur tanpa henti sejak Selasa malam.

Arus air yang deras, debit yang semakin meningkat, serta kondisi tanah yang labil menjadikan bencana ini sebagai salah satu kejadian paling mengkhawatirkan di penghujung tahun 2025.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan aliran air berwarna coklat pekat mengalir deras dan menghantam pemukiman. Warga panik, sebagian mulai menyelamatkan barang-barang, sementara yang lain memilih bersiaga di tepi sungai untuk memantau kenaikan debit air.

Debit Air Meluap Cepat: Warga Paninggahan Panik Menyaksikan Banjir Bandang Mendekat

Dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram @gadihbujangminangkabau, terlihat banjir bandang mengalir sangat deras di kawasan Paninggahan, Kabupaten Solok. Air naik hingga setengah tinggi bangunan rumah, memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Perekam video terdengar memperingatkan:

“Debit air bertambah naik, begini kondisinya kak di Paninggahan, Sumatera Barat. Di Padang ya ini.”

Unggahan itu juga menjelaskan bahwa hujan lebat di Muaro Pingai belum mereda, membuat aliran sungai meluap dan mempercepat arus banjir ke hilir.

Warga tampak berjaga-jaga sambil memperhatikan suara gemuruh dari arah sungai. Beberapa keluarga mulai mengevakuasi anak-anak dan orang tua menuju tempat yang lebih tinggi. Kondisi medan yang sempit dan jalan licin semakin menyulitkan proses evakuasi mandiri.

Tidak hanya banjir bandang, longsor juga kembali terjadi di wilayah perbatasan Malalo (Tanah Datar) dengan Paninggahan (Solok) pada Rabu sore.

Video lain yang viral memperlihatkan detik-detik tanah bergerak, mulai dari runtuhan kerikil kecil hingga longsoran besar yang menghantam tebing dan menumbangkan pohon raksasa.

“Masih bergerak turun, Astaghfirullah. Awas awas, awas kabel,” ucap perekam video tersebut memperingatkan

Beberapa detik kemudian, pohon besar tumbang menimpa kabel listrik. Percikan api kecil pun muncul, memicu kepanikan warga yang tengah merekam kejadian tersebut. Jalan raya tertutup total, membuat akses logistik dan pertolongan terhambat.

Petugas belum dapat melakukan pembersihan karena hujan deras masih turun, dan kondisi tebing dinilai belum stabil.

Hujan Intensitas Tinggi di Kabupaten Solok Sebabkan Debit Sungai Melonjak

Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Solok sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Curah hujan yang terus berlanjut membuat debit air sungai meningkat drastis dalam waktu singkat. Kondisi ini memicu luapan air yang kemudian mengalir ke permukiman warga dan merendam puluhan rumah di berbagai titik.

Sejumlah kawasan dilaporkan menjadi lokasi terdampak paling parah. Daerah Paninggahan mengalami luapan air yang menggenangi jalan dan rumah-rumah warga. Di wilayah Muaro Pingai, banjir membuat aktivitas masyarakat terhambat karena tingginya genangan di beberapa titik. Kawasan perbatasan Malalo – Paninggahan juga menghadapi aliran air deras dari arah perbukitan yang kemudian bermuara ke permukiman.

Baca Juga  Banjir Bandang Tapanuli Disebut Dipicu Pembukaan Lahan: Bareskrim Identifikasi 110 Titik Bukaan Hutan

Beberapa titik di aliran sungai yang berada di Solok bagian timur pun tidak luput dari dampak curah hujan ekstrem ini. Derasnya hujan membuat aliran sungai di wilayah tersebut meningkat secara cepat hingga menimbulkan kekhawatiran warga, terutama mereka yang tinggal dekat bantaran sungai.

Warga menyebut bahwa hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Rabu pagi. Kondisi debit sungai yang meningkat setiap sekitar 30 menit membuat situasi berubah dengan sangat cepat. Banyak warga harus tetap waspada karena kondisi cuaca yang tidak menentu, sementara potensi banjir susulan masih mengintai.

Warga Bersiap Kembali Mengungsi: Trauma Bencana Sebelumnya Masih Melekat

Penduduk yang tinggal di sepanjang bantaran sungai mulai bersiap untuk mengungsi. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku sudah menyiapkan tas darurat sejak malam sebelumnya karena curiga hujan tak kunjung berhenti.

“Kami sudah trauma, masih ingat banjir besar sebelumnya. Kalau air naik, kami langsung siap-siap,” ucap seorang warga Paninggahan

Posko evakuasi yang pernah dibuka pada kejadian sebelumnya kini sudah kembali disiagakan oleh relawan setempat. Warga yang memiliki akses terhadap kendaraan pribadi memilih mengungsi lebih awal ke rumah kerabat di daerah aman.

Kerusakan Infrastruktur: Jalan Tertutup, Akses Terputus, dan Listrik Terganggu

Material longsor dilaporkan menimbun badan jalan sepanjang puluhan meter, membuat seluruh akses transportasi di kawasan tersebut lumpuh total.

Tumpukan tanah, batu besar, hingga batang pohon menutup hampir seluruh permukaan jalan sehingga kendaraan sama sekali tidak bisa melintas.

Kondisi ini menyebabkan distribusi bantuan darurat menjadi jauh lebih sulit, terutama bagi warga di daerah yang berada di ujung jalur terisolasi.

Banyak warga akhirnya terjebak di dua sisi jalan yang terputus, tidak dapat bergerak keluar maupun menerima bantuan dengan cepat.

Situasi semakin diperburuk dengan putusnya beberapa kabel listrik akibat tertimpa material longsor.

Dampaknya, aliran listrik padam di sejumlah wilayah, membuat komunikasi dan penerangan warga terganggu pada saat mereka sangat membutuhkan informasi dan koordinasi.

Petugas gabungan dari BPBD, Damkar, hingga relawan yang sudah berada di lokasi masih menunggu kondisi benar-benar aman sebelum melakukan pembersihan material longsor. Hujan dengan intensitas tinggi yang belum mereda membuat risiko longsor susulan masih sangat besar, sehingga proses evakuasi dan penanganan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Unggahan video banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat mendapat banyak perhatian dari warganet. Banyak akun meminta masyarakat tetap waspada dan tidak mendekati daerah rawan.

Komentar warganet umumnya berisi himbauan:

  • “Sanak hati-hati, jangan dekat sungai.”

  • “Semoga keluarga di Paninggahan baik-baik saja.”

  • “Kalau bisa mengungsi sekarang, jangan tunggu sampai malam.”

Selain itu, beberapa akun relawan mulai mengorganisir pendataan kebutuhan darurat, terutama makanan cepat saji, selimut, dan penerangan portabel. (*)