BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,07% Bertengger di Level Rp16.676 Per Dolar AS Sore Ini

×

Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,07% Bertengger di Level Rp16.676 Per Dolar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot berhasil mempertahankan penguatan ditutup di level Rp16.676 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Ini membuat rupiah menguat 0,07% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.688 per dolar AS.

Ringkasan Berita

  • Kamis (11/12/2025) rupiah spot berhasil mempertahankan penguatan ditutup di level Rp16.676 per dolar Amerika Serikat …
  • Ini membuat rupiah menguat 0,07% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.688 per dolar AS.
  • Hingga pukul 15.00 WIB, mata uang di Asia bervariasi dengan peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar…

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan tengah hari ini. Kamis (11/12/2025) rupiah spot berhasil mempertahankan penguatan ditutup di level Rp16.676 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Ini membuat rupiah menguat 0,07% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.688 per dolar AS.

Hingga pukul 15.00 WIB, mata uang di Asia bervariasi dengan peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,4%.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang menanjak 0,29% dan baht Thailand terkerek 0,17%. Disusul, yuan China yang terangkat 0,12%.

Berikutnya dolar Hongkong yang terlihat menguat tipis 0,01% terhadap the greenback.

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,54%. Diikuti, dolar Taiwan yang sudah ditutup terkoreksi 0,21%.

Kemudian ada won Korea Selatan yang tergelincir 0,19% dan dolar Singapura turun 0,13%. Lalu yen Jepang terlihat melemah 0,006%.

Rupiah Spot Menguat 0,08% Dibuka di Level Rp16.675 Per Dolar AS Pagi Ini

Pada awal perdagangan hari ini. Kamis (11/12/2025) rupiah spot dibuka menguat dibuka di level Rp 16.675 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Ini membuat rupiah spot menguat 0,08% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.688 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan seluruh mata uang di Asia.

Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,31%. Disusul, ringgit Malaysia yang melesat 0,28%.

Selanjutnya ada yen Jepang dan peso Filipina yang sama-sama terapresiasi 0,2%. Lalu won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang sama-sama terangkat 0,16%.

Berikutnya, yuan China terkerek 0,09% dan dolar Singapura yang menanjak 0,05% pada pagi ini.

Baca Juga  Rupiah Spot Masih Bergerak Tipis Terdampar di Level Rp16.586 per Dolar AS Siang Ini

Diikuti, dolar Hongkong yang terlihat menguat tipis 0,02% terhadap the greenback.

Analis Pasar: Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah

Para analis memperkirakan pada perdagangan esok hari, pergerakan rupiah akan cenderung melemah seiring momentum pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Diketahui nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini. Rabu (10/12/2025), rupiah ditutup di level Rp 16.688 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah melemah 0,07% dibanding penutupan hari sebelumnya ke level Rp 16.676 per dolar AS.

Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 11 atau 0,07% menjadi Rp 16.688 per dolar AS pada hari ini.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut, rupiah akan tersengat sentimen FOMC malam ini.

Seperti yang diketahui, pasar keuangan dunia kini menatap pada momentum pertemuan FOMC. Jika The Fed memberi sinyal ruang pelonggaran lebih sempit atau lebih lambat dari ekspektasi pasar.

Maka dolar kemungkinan akan kembali menguat secara signifikan, dan rupiah bisa terkoreksi lebih dalam.

“Walau hampir dipastikan memangkas suku bunga, namun investor mencermati seberapa hawkish nada dari pernyataan The Fed,” ujar Lukman.

Dari sisi eksternal, Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut pergerakan rupiah esok hari akan dipengaruhi oleh sentimen Bank Indonesia (BI) yang menyampaikan sejumlah risiko untuk diwaspadai dampaknya terhadap ekonomi global ke depan.

Hal ini terutama terkait dengan perilaku agresif lembaga keuangan non-bank. BI menyebutkan ada sejumlah risiko utama yang menghantui prospek ekonomi global di masa mendatang.

“Salah satu yang menjadi sorotan utama yaitu kerentanan pasar keuangan akibat perilaku institusi non-bank,” tandasnya.

Dengan begitu, Ibrahim memproyeksi mata uang rupiah pada Kamis (11/12/2025) akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.680 – Rp 16.720 per dolar AS.

Sementara Lukman memproyeksi rupiah hari ini akan bergerak di rentang Rp 16.600 – Rp 16.700 per dolar AS.