Nasional

Dari Moskow ke Medan: Prabowo Bergerak Cepat Tangani Bencana di Sumatera, Ini Data Korban Terbaru

×

Dari Moskow ke Medan: Prabowo Bergerak Cepat Tangani Bencana di Sumatera, Ini Data Korban Terbaru

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Kualanamu pada malam hari setelah penerbangan panjang

Ringkasan Berita

  • Kedatangan ini dilakukan setelah perjalanan udara panjang selama hampir sepuluh jam dari Bandara Vnukovo Moskow, Rusi…
  • Begitu tiba di tanah air, Presiden Prabowo langsung mengarahkan fokus pada penanganan krisis kemanusiaan di Sumatera,…
  • Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 Desember 2025 menunjukkan bahwa jumlah korban meningga…

Topikseru.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Kualanamu, Medan, pada pukul 02.45 WIB, Jumat (12/12/2025), untuk meninjau langsung percepatan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Kedatangan ini dilakukan setelah perjalanan udara panjang selama hampir sepuluh jam dari Bandara Vnukovo Moskow, Rusia, usai pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kunjungan kenegaraan.

Begitu tiba di tanah air, Presiden Prabowo langsung mengarahkan fokus pada penanganan krisis kemanusiaan di Sumatera, terutama di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, yang terdampak paling parah.

Agenda Presiden Prabowo di Medan: Dampingi Penanganan dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Di Medan, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau berbagai aspek penanganan bencana secara langsung. Ia akan mengunjungi posko-posko pengungsian untuk memastikan kebutuhan dasar seperti tenda, selimut, air bersih, dan penerangan tersedia bagi warga terdampak. Presiden juga akan memantau distribusi logistik penting, termasuk bahan pangan, obat-obatan, serta perlengkapan darurat lainnya.

Selain itu, Presiden ingin memastikan layanan kesehatan darurat berjalan optimal, terutama bagi korban luka, anak-anak, lansia, serta penyintas yang mulai mengalami masalah kesehatan pascabanjir. Sinergi antara TNI, Polri, BNPB, serta pemerintah daerah juga menjadi fokus utama agar proses evakuasi, pencarian korban, dan pemulihan berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.

Data Terkini Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Bencana besar yang melanda berbagai wilayah di Sumatera sejak akhir November hingga awal Desember 2025 meninggalkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 Desember 2025 menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia di Sumatera telah mencapai 969 jiwa, terdiri dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain korban meninggal, terdapat 262 orang yang masih dinyatakan hilang, dengan jumlah terbesar berasal dari daerah-daerah yang terisolasi akibat longsor dan akses jalan yang terputus. Ribuan warga lainnya mengalami luka-luka, sementara lebih dari 158 ribu rumah rusak akibat banjir bandang, longsor, dan luapan sungai di puluhan kabupaten/kota.

Baca Juga  Luhut Pandjaitan Batal Pensiun dari Pemerintahan, Bahlil: Masih Dibutuhkan

Banyak desa dan kecamatan yang hingga kini masih sulit dijangkau oleh petugas karena akses jalan yang tertutup material longsor dan jembatan penghubung yang roboh. Situasi ini menyebabkan proses evakuasi dan distribusi logistik berlangsung lambat dan penuh risiko.

Selain kerusakan fisik, para pengungsi menghadapi ancaman kesehatan yang mulai meningkat. Minimnya air bersih, kondisi sanitasi buruk, dan tingginya kepadatan hunian sementara menyebabkan munculnya penyakit pascabencana seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit. Tim medis memperluas titik layanan kesehatan, namun keterbatasan tenaga medis dan obat-obatan masih menjadi tantangan besar.

Banyak pengungsi, terutama ibu dan anak, membutuhkan dukungan kesehatan yang lebih intensif. Kondisi psikologis para korban juga mendapat perhatian khusus, mengingat banyak dari mereka kehilangan anggota keluarga serta tempat tinggal.

Perjalanan Diplomatik Presiden Prabowo Sebelum ke Medan

Sebelum mengunjungi Medan, Presiden Prabowo melakukan rangkaian perjalanan diplomatik ke Pakistan dan Rusia. Di Islamabad, ia bertemu Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara dalam berbagai bidang.

Presiden juga sempat meninjau lokasi terdampak bencana di Aceh sebelum bertolak ke Pakistan, serta memimpin rapat terbatas di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Rapat tersebut membahas alur koordinasi dan percepatan pemulihan bencana yang menimpa tiga provinsi sekaligus.

Kedatangan Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Angga Raka Prabowo, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa. Mereka akan mendampingi Presiden selama peninjauan lapangan untuk memastikan setiap kebutuhan masyarakat terdampak terfasilitasi dengan baik.

Salah satu hambatan terbesar penanganan bencana di Sumatera adalah akses menuju daerah terpencil yang rusak parah. Banyak jalan terputus akibat longsor, jembatan ambruk, serta genangan banjir yang masih tinggi. Presiden Prabowo meminta agar pengerahan alat berat diprioritaskan, baik untuk membuka akses maupun mengevakuasi korban.

Distribusi bantuan kini dilakukan melalui jalur alternatif dan skema terkoordinasi untuk menghindari hambatan distribusi dan memastikan bantuan tidak menumpuk di gudang penyimpanan. Pemerintah juga berupaya mempercepat suplai air bersih, sanitasi darurat, makanan siap saji, perlindungan anak, serta fasilitas bagi lansia dan perempuan.