Ringkasan Berita
- Selasa (16/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi hingga akhir di mana IHSG bergerak tipis dan cend…
- Sementara itu, IDX Sektor Teknologi menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah melonjak 1,3% di akhir sesi pe…
- Diketahui, pelemahan IHSG ini disokong sebagian indeks sektoral.
Topikseru.com – Pada perdagangan sesi pertama hari ini. Selasa (16/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi hingga akhir di mana IHSG bergerak tipis dan cenderung melemah setelah ditutup turun 0,188 poin atau 0,00% ke 8.649,475.
Diketahui, pelemahan IHSG ini disokong sebagian indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang turun 0,69% di akhir sesi pertama.
Disusul, IDX Sektor Kesehatan yang turun 0,58%, IDX Sektor Keuangan melemah 0,51% dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang melemah 0,09%.
Sementara itu, IDX Sektor Teknologi menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah melonjak 1,3% di akhir sesi pertama.
Kemudian ada IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang naik 0,97%, IDX Sektor Energi naik 0,74%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer dan IDX Sektor Properti dan Real Estate yang sama-sama naik 0,46%.
Berikutnya, IDX Sektor Perindustrian naik 0,08% serta IDX Sektor Infrastruktur yang menguat tipis 0,07%.
Total volume transaksi bursa mencapai 29,98 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 19,67 triliun. Sebanyak 305 saham turun harga, 327 naik harga dan 163 flat.
Top losers LQ45 siang ini adalah:
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 3,51%
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 2,87%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 2,55%
Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 6,3%
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 3,82%
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 3,08%
IHSG Diperkirakan Masih Bergerak mendatar di Perdagangan Selasa (16/12/2025)
Pada perdagangan Senin (15/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,13% ke 8.649,66 setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Menanggapi hal tersebut, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan pergerakan IHSG sempat ditopang oleh rotasi minat investor ke saham-saham blue chip, khususnya sektor perbankan, setelah tekanan pada saham konglomerasi.
“Adanya rotasi pilihan saham investor dari saham konglomerasi ke saham blue chip, terutama saham perbankan, sempat membuat IHSG bergerak di teritori positif,” ujar Alrich.
Namun demikian, pelemahan nilai tukar rupiah yang ditutup di level Rp16.667 per dolar AS turut menahan laju penguatan indeks.
Dari sisi sektoral, saham sektor energi mencatatkan pelemahan terbesar, sementara sektor kesehatan menjadi penopang utama IHSG.
Tekanan eksternal juga datang dari pergerakan mayoritas bursa Asia yang melemah, seiring rilis data ekonomi Tiongkok yang di bawah ekspektasi pasar.
Produksi industri Tiongkok November 2025 tercatat tumbuh 4,8% secara tahunan, sementara penjualan ritel hanya tumbuh 1,3% secara tahunan, terendah sejak Desember 2022.
Secara teknikal, Alrich menilai pergerakan IHSG masih belum menunjukkan sinyal pembalikan arah.
“Indikator Stochastic RSI mendekati area oversold namun belum mengindikasikan reversal, sementara MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif dan IHSG kembali ditutup di bawah MA5,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak mendatar pada perdagangan Selasa (16/12/2025).
“IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran 8.600 hingga 8.750,” ujar Alrich.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di 8.550 dengan pivot di 8.600 dan resistance di 8.750.
Adapun saham-saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).













