BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Melemah 49,529 Poin Bersandar di Level 8.568,669 Siang Ini

×

IHSG Melemah 49,529 Poin Bersandar di Level 8.568,669 Siang Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
IHSG diseret oleh seluruh indeks sektoral. Indeks dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang ambles 2,69% hingga sesi pertama berakhir.

Ringkasan Berita

  • Jumat (19/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah 49,529 poin atau 0,57% ke 8.5…
  • Sementara, pelemahan IHSG diseret oleh seluruh indeks sektoral.
  • Indeks dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang ambles 2,69% hingga sesi pertama …

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Jumat (19/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah 49,529 poin atau 0,57% ke 8.568,669.

Sementara, pelemahan IHSG diseret oleh seluruh indeks sektoral. Indeks dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang ambles 2,69% hingga sesi pertama berakhir.

Kemudian, IDX Sektor Transportasi dan Logistik turun 2,36%, IDX Sektor Infrastruktur melemah 1,44%, IDX Sektor Perindustrian turun 0,73% dan IDX Sektor Properti dan Real Estate turun 0,68%.

Disisi lain, IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang turun 0,64%, IDX Sektor Barang Baku turun 0.63%, IDX Sektor Teknologi turun 0,61% dan IDX Sektor Kesehatan melemah 0,55%.

Berikutnya ada IDX Sektor Energi yang turun 0,51% dan IDX Sektor Keuangan yang melemah tipis 0,07%.

Total volume transaksi bursa mencapai 23,169 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 15,63 triliun. Sebanyak 470 saham turun harga, 194 naik harga dan 136 flat.

Top losers LQ45 siang ini adalah:

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 10,66%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 5,73%
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 3,51%

Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:

PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 3,28%
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 2,98%
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 2,85%

Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi dengan Level Support di 8.588 dan Resistance di 8.668

Pada perdagangan Kamis (18/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan mengikuti jejak bursa regional.

Berdasarkan data yang RTI, IHSG ditutup turun 0,68% atau 19,149 poin ke level 8.618,195. Tercatat 411 saham turun, 252 saham naik, dan 138 saham stagnan.

Menanggapi hal tersebut, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh rupiah yang cenderung melemah selama beberapa hari terakhir, meskipun BI Rate dipertahankan tetap di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur BI di Rabu (17/12).

Dia mengungkapkan rupiah berlanjut melemah di pasar spot pada level Rp 16.723 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah penguatan indeks dolar AS dan mata uang di Asia yang ditutup variatif.

Baca Juga  IHSG Dibuka Menguat 43,28 Poin ke Level 7.910,63 Pagi Ini

Selain itu, meningkatnya ketidakpastian global serta minimnya sentimen positif baru yang kuat juga mendorong pelemahan indeks.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai salah satu penyebab pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta aksi ambil untung pada saham-saham sektor energi dan infrastruktur.

Proyeksi IHSG

Valdy melihat secara teknikal terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI kembali mengalami death cross mendekati area oversold. IHSG ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20.

“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 8.550–8.600,” kata Valdy.

Dari sisi sentimen, investor akan menantikan hasil pertemuan Bank of Japan, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0,75%, yang merupakan level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Jika perkiraan ini benar terjadi, ada potensi meningkatkan volatilitas saham dan mata uang di pasar global karena kemungkinan terjadinya pembalikan aliran dana investor di pasar global ke Jepang dalam jangka pendek.

Hal ini karena adanya strategi investor untuk meminjam dana dari mata uang berbunga rendah seperti yen Jepang untuk diinvestasikan ke mata uang yang menawarkan suku bunga lebih tinggi, atau dikenal dengan sebutan carry trade.

Kenaikan suku bunga Jepang berpotensi membuat investor yang melakukan carry trade tersebut menutup posisi pinjamannya sehingga akan meningkatkan volatilitas pasar global karena arus dana kembali ke Jepang.

“Namun diperkirakan dampak tersebut hanya jangka pendek,” tambah Valdy.

Untuk perdagangan Jumat (19/12/2025), Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan level support di 8.588 dan resistance di 8.668.

“Pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi AS nanti malam dan juga akan adanya aksi profit taking jelang libur,” kata Herditya.

Dari sisi rekomendasi saham, Herditya menyarankan investor mencermati sejumlah saham, mulai dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target harga Rp 5.200–Rp 5.325, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.290–Rp 1.345, dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) pada rentang harga Rp 585–Rp 605.

Sementara itu, Valdy menjagokan sejumlah saham seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) untuk perdagangan Jumat (19/12).