Ringkasan Berita
- Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendra Nugroho, menjelaskan hasil anali…
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Besar Sumatra s…
- Episenter di Darat, Kedalaman Dangkal BMKG mencatat episenter gempa terletak pada koordinat 4,77 derajat Lintang Utar…
Topikseru.com, Bener Meriah – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,5 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Kamis (15/1/2026) pukul 09.18 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Besar Sumatra segmen Peusangan.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendra Nugroho, menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada di darat.
“Berdasarkan analisis, gempa bumi ini berkekuatan M 2,5,” ujar Hendra di Medan, Kamis.
Episenter di Darat, Kedalaman Dangkal
BMKG mencatat episenter gempa terletak pada koordinat 4,77 derajat Lintang Utara (LU) dan 96,87 derajat Bujur Timur (BT), atau sekitar lima kilometer utara Kabupaten Bener Meriah, dengan kedalaman tiga kilometer.
Menurut Hendra, karakteristik tersebut menunjukkan gempa tergolong gempa dangkal.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra segmen Peusangan,” jelasnya.
Dirasakan Warga, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan di wilayah Bener Meriah dengan skala intensitas II–III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG juga memastikan, hingga pukul 09.50 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya gempa susulan.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta untuk hanya mengakses informasi resmi terkait gempa bumi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, antara lain media sosial @infoBMKG, situs resmi bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi InfoBMKG dan WRS-BMKG di perangkat seluler.













