Ekonomi dan Bisnis

KAI Sumut Percepat Transformasi Digital, Face Recognition Digunakan 205 Ribu Penumpang

×

KAI Sumut Percepat Transformasi Digital, Face Recognition Digunakan 205 Ribu Penumpang

Sebarkan artikel ini
face recognition KAI
Suasana Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan. Foto: Dok. Humas KAI Sumut

Ringkasan Berita

  • Sejak pertama kali dioperasikan pada September 2024 hingga 13 Januari 2026, teknologi pemindaian wajah ini telah dima…
  • Salah satu inovasi yang mencatatkan kinerja signifikan adalah penerapan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan.
  • Dengan sistem ini, penumpang cukup memindai wajah di gerbang otomatis tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun iden…

Topikseru.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) terus mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus memperkuat efisiensi operasional. Salah satu inovasi yang mencatatkan kinerja signifikan adalah penerapan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan.

Sejak pertama kali dioperasikan pada September 2024 hingga 13 Januari 2026, teknologi pemindaian wajah ini telah dimanfaatkan oleh 205.532 pelanggan.

Angka tersebut mencerminkan tingginya adopsi layanan digital KAI di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat yang cepat, aman, dan ramah lingkungan.

Dorong Efisiensi dan Target SDGs

Pelaksana Tugas Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan penerapan face recognition merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengurangan penggunaan kertas dan efisiensi energi.

“Pengalihan sistem boarding dari manual ke digital memberikan dampak nyata. Proses masuk peron menjadi lebih cepat dan penggunaan kertas dapat ditekan secara signifikan,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

Dengan sistem ini, penumpang cukup memindai wajah di gerbang otomatis tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun identitas kepada petugas, sehingga alur keberangkatan menjadi lebih ringkas dan minim antrean.

Adopsi Digital Terus Meningkat

Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, sejak diluncurkan hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 66.851 pelanggan telah melakukan registrasi fitur face recognition. Rata-rata pengguna baru mencapai 13.000 orang per bulan.

Baca Juga  KAI Sumut Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang, 31 Kecelakaan Tercatat hingga Oktober 2025

Implementasi teknologi tersebut juga berdampak langsung pada efisiensi operasional. KAI mencatat penghematan 514 rol kertas tiket, seiring berkurangnya kebutuhan pencetakan tiket fisik di stasiun.

“Efisiensi ini sangat terasa, terutama pada jam sibuk. Penumpang bisa langsung masuk area peron tanpa hambatan administratif,” kata Anwar.

Keamanan Data Jadi Prioritas

Menjawab kekhawatiran publik terkait privasi, KAI memastikan sistem face recognition telah memenuhi standar keamanan internasional ISO 27001.

Data pelanggan seperti nama, NIK, dan foto hanya digunakan saat proses boarding dan disimpan secara aman di basis data perusahaan.

Jika pelanggan tidak menggunakan fitur tersebut selama satu tahun, sistem akan menghapus data secara otomatis.

Selain itu, pengguna juga memiliki hak penuh untuk mengajukan penghapusan data melalui aplikasi Access by KAI atau layanan Customer Service.

“Transparansi dan perlindungan data pribadi menjadi prinsip utama dalam setiap inovasi digital yang kami kembangkan,” tegas Anwar.

Transportasi Publik Menuju Masa Depan

Penerapan Face Recognition Boarding Gate memperkuat posisi KAI sebagai operator transportasi publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Inovasi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menekan jejak karbon melalui sistem layanan paperless.

Transformasi digital yang dijalankan KAI dinilai sejalan dengan tren global, di mana sektor transportasi dituntut untuk lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis teknologi demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.