Peristiwa

Di Balik Insiden ATR 42-500 IAT, Kisah Kapten Andy Dahananto: Pilot Senior dan Ayah Penyayang

×

Di Balik Insiden ATR 42-500 IAT, Kisah Kapten Andy Dahananto: Pilot Senior dan Ayah Penyayang

Sebarkan artikel ini
Kapten Andy Dahananto, pilot ATR 42-500 Indonesia Air Transport, mengenakan seragam pilot dan jas formal, sosok kapten pesawat yang hilang kontak di Maros Sulawesi Selatan.
Kapten Andy Dahananto, pilot senior Indonesia Air Transport (IAT), dalam dua peran profesional—sebagai Direktur Operasi dan Pilot in Command pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan.

Ringkasan Berita

  • Pesawat yang membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, diketahui diawaki oleh Kapten Andy Dahanant…
  • Pesawat ATR 42-500 dengan nomor seri 611 itu diketahui tengah membawa tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan…
  • Belakangan, pesawat tersebut diduga mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep …

Topikseru.com, MarosPesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat yang membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, diketahui diawaki oleh Kapten Andy Dahananto sebagai Pilot in Command (PIC).

Belakangan, pesawat tersebut diduga mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian dan evakuasi di medan pegunungan yang berat.

Pilot Senior dengan Rekam Jejak Panjang

Berdasarkan laman resmi PT Indonesia Air Transport, Kapten Andy Dahananto lahir pada 1967. Ia merupakan lulusan Juanda Flying School tahun 1987 dan memulai kariernya di dunia penerbangan sejak 1988 sebagai pilot pesawat fixed wing.

Baca Juga  Satu Korban Kecelakaan Pesawat IAT ATR 42 Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung

Selain bertugas sebagai pilot aktif, Andy juga menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport, posisi yang diembannya sejak 2019. Pengalaman panjang tersebut membuatnya dikenal sebagai sosok profesional yang memahami operasional penerbangan dari sisi teknis maupun manajerial.

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor seri 611 itu diketahui tengah membawa tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang menjalankan tugas.

Komunikasi Terputus dan Fase Darurat

Berdasarkan kronologi awal otoritas penerbangan, saat memasuki fase pendekatan menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pesawat teridentifikasi tidak berada di jalur pendekatan yang semestinya.

Air Traffic Control (ATC) kemudian memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat. Namun, setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus.

ATC Makassar Area Terminal Service Center selanjutnya menetapkan fase darurat DETRESFA (distress phase) sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

Ayah yang Jarang Pulang, Tapi Penuh Perhatian

Di balik seragam pilotnya, Kapten Andy dikenal keluarganya sebagai sosok ayah yang hangat dan penuh perhatian, meski jarang pulang karena tuntutan pekerjaan.

Anak tirinya, Zalsabilla Zahra Nadya Maharani, menceritakan detik-detik awal keluarga mengetahui kabar hilangnya pesawat.

“Teman papa di Bandara Hasanuddin menelepon mama, memberi kabar kalau pesawat papa hilang dari radar. Waktu itu mama lagi kerja,” ujar Zalsabilla seperti yang dilansir dari Tribun Timur.

Kabar tersebut kemudian diteruskan kepada Zalsabilla yang saat itu berada di rumah. Sang ibu sempat mencoba menghubungi pimpinan Indonesia Air Transport untuk memastikan informasi tersebut.

“Setelah mama klarifikasi ke atasan papa, memang benar pesawatnya hilang dari radar,” ungkapnya.

Baca Juga  Viral Video Pendaki Temukan Serpihan Pesawat ATR IAT di Gunung Bulusaraung, Ini Fakta Terbarunya

Usai mendapat kepastian, keluarga diminta segera menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Istri Andy berangkat dari Sorowako sejak Minggu dini hari bersama kerabat.

Janji Pulang yang Kini Menggantung

Aktivitas kerja yang padat membuat Andy jarang pulang ke rumahnya di Sorowako. Menurut Zalsabilla, ayahnya kerap standby di Bandara Halim karena dipercaya menerbangkan Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Kalau Menteri Kelautan mau terbang, biasanya papa yang menerbangkan,” katanya.

Meski demikian, Andy tetap dikenal sangat perhatian pada keluarganya. Zalsabilla mengenang momen saat melahirkan, ketika Andy tetap menyempatkan diri melakukan panggilan video di sela pekerjaannya.

“Papa perhatian banget. Waktu aku melahirkan, papa video call terus nanya kabar, padahal lagi kerja,” tuturnya.

Pekan lalu, Zalsabilla masih sempat bertemu ayahnya di Sorowako. Saat itu, Andy berjanji akan pulang pada Rabu, 4 Februari 2026.

“Papa suka kulineran. Kalau pulang, pasti ngajak makan di luar. Makanan favorit papa itu sop buntut,” kenangnya.

Zalsabilla pun memohon doa dari masyarakat agar ayahnya dan seluruh kru serta penumpang pesawat ATR 42-500 dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Daftar Kru dan Penumpang

Berdasarkan manifes penerbangan, kru pesawat ATR 42-500 terdiri dari:

  • Kapten Andy Dahananto (Pilot)

  • Farhan Gunawan (Co-Pilot)

  • Hariadi (FOO)

  • Restu Adi P (EOB)

  • Dwi Murdiono (EOB)

  • Florencia Lolita (FA)

  • Esther Aprilita S (FA)

Sementara penumpang tercatat atas nama Deden, Ferry, dan Yoga.

Biddokkes Polda Sulsel Siagakan Pos DVI

Menyusul insiden tersebut, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel menyiagakan Pos Ante Mortem di Dokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Sebanyak 12 personel Tim Disaster Victim Identification (DVI) disiagakan di bawah komando Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, Mars, QHIA.

“Semoga seluruh kru dan penumpang masih selamat. Namun, sebagai langkah antisipasi, posko tetap kami siagakan,” ujar Muhammad Haris.

Ia menjelaskan, Pos Ante Mortem berfungsi untuk pengumpulan data korban, sementara Pos Post Mortem disiapkan untuk pemeriksaan jenazah jika diperlukan. Selain itu, empat unit ambulans juga telah disiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan.

Koordinasi terus dilakukan dengan tim SAR gabungan guna memperoleh perkembangan terbaru di lapangan.