Ringkasan Berita
- Peristiwa tersebut terjadi di Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Jum…
- Saat itu, Wandi dan anaknya tengah dalam perjalanan pulang ke rumah usai memetik buah manggis di kebun.
- Kapolsek Suliki, Iptu Doni Putra, mengatakan serangan beruang bermula ketika satwa liar tersebut tiba-tiba menyerang …
Topikseru.com, Suliki – Seorang warga Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Wandi Putra (47), mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala setelah diserang beruang madu saat berusaha menyelamatkan anaknya, Aldi Saputra (11).
Peristiwa tersebut terjadi di Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Jumat (16/1) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, Wandi dan anaknya tengah dalam perjalanan pulang ke rumah usai memetik buah manggis di kebun.
Kapolsek Suliki, Iptu Doni Putra, mengatakan serangan beruang bermula ketika satwa liar tersebut tiba-tiba menyerang Aldi dan melukai bagian tangannya.
“Awalnya beruang menyerang anak korban di bagian tangan. Sang ayah kemudian berusaha menolong dengan mengambil parang yang dibawa anaknya,” ujar Doni saat dikonfirmasi, Selasa (20/1).
Namun, saat hendak melawan, beruang tersebut justru berbalik menyerang Wandi dan melukai bagian wajahnya.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka robek di kepala dan mulut.
Usai menyerang kedua korban, beruang tersebut langsung melarikan diri ke dalam hutan. Wandi yang mengalami luka parah kemudian berjalan pulang ke rumah untuk meminta pertolongan.
Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Ahmad Darwis Suliki untuk mendapatkan perawatan medis.
Karena kondisi lukanya cukup serius, Wandi dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.
“Korban telah menjalani perawatan beberapa hari di RSUP M Djamil Padang dan kondisinya sudah membaik.
Tadi malam korban sudah diperbolehkan pulang,” kata Doni.
Sementara itu, kondisi Aldi dilaporkan stabil dan telah mendapatkan perawatan atas luka yang dialaminya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perkebunan dan hutan, mengingat wilayah tersebut masih merupakan habitat satwa liar.







