Ringkasan Berita
- Akses dan Perjalanan Menuju Danau Linting Perjalanan menuju Danau Linting dapat ditempuh dari Kota Medan dengan jarak…
- Wisatawan dapat menggunakan angkutan umum dari Terminal Amplas Medan dengan ongkos sekitar Rp20.000 per orang.
- Salah satunya adalah Danau Linting, danau vulkanik berair panas yang menawarkan ketenangan sekaligus pengalaman wisat…
Topikseru.com, Deli Serdang – Sumatera Utara selama ini dikenal luas lewat keindahan Danau Toba. Namun, di balik ketenarannya, provinsi ini masih menyimpan destinasi alam lain yang tak kalah memikat dan belum banyak tersentuh wisata massal.
Salah satunya adalah Danau Linting, danau vulkanik berair panas yang menawarkan ketenangan sekaligus pengalaman wisata alam yang berbeda.
Danau Linting terletak di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu (STM Hulu), Kabupaten Deli Serdang. Secara administratif, danau ini berada di pertemuan tiga desa, yakni Desa Sibunga-Bunga, Desa Gunung Manumpak, dan Desa Durian IV Mbelang.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman backpackerjakarta.com, Jumat (23/1/2026), Danau Linting kerap menjadi pilihan wisata alternatif bagi pencinta petualangan yang ingin menikmati sisi lain Sumatera Utara selain Danau Toba.
Akses dan Perjalanan Menuju Danau Linting
Perjalanan menuju Danau Linting dapat ditempuh dari Kota Medan dengan jarak sekitar 70 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih dua jam.
Rute yang umum dilalui melewati kawasan Delitua dan Patumbak, sebelum memasuki wilayah pedesaan Kabupaten Deli Serdang.
Wisatawan dapat menggunakan angkutan umum dari Terminal Amplas Medan dengan ongkos sekitar Rp20.000 per orang.
Namun, penggunaan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, dinilai lebih praktis karena keterbatasan transportasi umum menuju lokasi.
Sepanjang perjalanan, pemandangan perkebunan kelapa sawit, karet, dan kakao membentang di kiri dan kanan jalan, menciptakan suasana hijau yang menenangkan.
Meski demikian, kondisi jalan menuju Danau Linting masih cukup menantang. Beberapa ruas jalan sempit, berbatu, dan berlumpur, terutama saat musim hujan. Hanya sebagian kecil akses yang telah beraspal hingga mendekati desa terakhir.
Gerbang Masuk dan Harga Tiket
Memasuki wilayah Desa Sibunga-Bunga, penunjuk arah menuju Danau Linting masih terbatas. Sebuah papan sederhana bertuliskan “Danau Linting” menjadi penanda utama bagi pengunjung. Dari jalan utama, wisatawan harus melintasi jalan menanjak berbatu yang dialiri air hangat dari danau.
Di pintu masuk kawasan wisata, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Biaya tersebut digunakan untuk pengelolaan sederhana serta menjaga kebersihan area danau.
Pesona Danau Vulkanik Berair Panas
Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut hamparan danau seluas sekitar satu hektare dengan warna air hijau toska hingga biru kehijauan. Warna unik tersebut diyakini berasal dari kedalaman dan karakter vulkanik danau yang masih aktif secara alami.
Meski berair panas, Danau Linting tidak mengeluarkan aroma belerang yang menyengat. Suhu air di bagian tepi danau berkisar 30 derajat Celsius, sehingga relatif nyaman untuk berendam dan dipercaya dapat membantu relaksasi tubuh.
Pepohonan besar seperti beringin tumbuh mengelilingi danau, menciptakan suasana rindang dan sejuk. Area ini kerap dimanfaatkan wisatawan untuk bersantai bersama keluarga maupun sekadar menikmati keheningan alam.
Misteri Kedalaman dan Cerita Asal-usul
Hingga kini, kedalaman Danau Linting belum diketahui secara pasti karena belum ada data ilmiah resmi yang memublikasikannya. Kondisi ini membuat pengunjung diimbau untuk tidak berenang hingga ke bagian tengah danau. Beberapa insiden tenggelam yang pernah terjadi menjadi alasan utama diberlakukannya larangan tersebut.
Selain misteri kedalaman, asal-usul Danau Linting juga masih diselimuti cerita masyarakat setempat. Warga meyakini danau ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang terjadi secara mendadak.
Konon, kawasan tersebut dulunya berupa bukit yang kemudian bergetar hebat dan meledak, menciptakan cekungan besar yang akhirnya terisi air panas. Hingga kini, proses pembentukan danau tersebut belum dikaji secara ilmiah.
Fasilitas dan Aktivitas Wisata
Sebagai destinasi wisata alam yang masih berkembang, fasilitas di Danau Linting tergolong sederhana. Warga sekitar menyediakan makanan ringan dan minuman dengan harga terjangkau. Pengunjung juga dapat menyewa tikar untuk bersantai dengan tarif berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000, tergantung ukuran.
Wisatawan disarankan membawa perbekalan secukupnya karena jumlah pedagang di sekitar lokasi masih terbatas. Meski demikian, keramahan masyarakat setempat menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman berwisata terasa lebih hangat dan berkesan.
Alternatif Wisata Alam di Sumatera Utara
Keberadaan Danau Linting membuktikan bahwa kekayaan alam Sumatera Utara tidak hanya bertumpu pada Danau Toba. Danau vulkanik berair panas ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, terutama bagi mereka yang mencari ketenangan dan suasana alami.
Dengan pengelolaan yang lebih baik serta promosi yang berkelanjutan, Danau Linting berpotensi berkembang menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan di Kabupaten Deli Serdang dan Sumatera Utara.













