Lingkungan

BBKSDA Sumut Tegaskan Satwa Tertabrak di Parapat Bukan Harimau Sumatera, Melainkan Macan Akar

×

BBKSDA Sumut Tegaskan Satwa Tertabrak di Parapat Bukan Harimau Sumatera, Melainkan Macan Akar

Sebarkan artikel ini
satwa tertabrak Parapat
Tim BBKSDA saat melakukan pembongkaran satwa liar

Ringkasan Berita

  • Kepastian tersebut disampaikan setelah petugas melakukan identifikasi langsung di lokasi kejadian.
  • Sebelumnya, informasi di media sosial sempat menyebutkan seekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) tewa…
  • Dilakukan Pembongkaran untuk Identifikasi Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat, petugas ke…

Topikseru.com, Medan – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara memastikan satwa liar yang tewas tertabrak kendaraan di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, bukan Harimau Sumatera, melainkan Macan Akar.

Kepastian tersebut disampaikan setelah petugas melakukan identifikasi langsung di lokasi kejadian.

“Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas, dapat dinyatakan bahwa satwa tersebut bukan Harimau Sumatera, melainkan Macan Akar (Prionailurus bengalensis),” ujar Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Andar Saragih, dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Informasi Awal Sempat Disebut Harimau Sumatera

Andar menjelaskan, informasi awal yang diterima pihaknya menyebutkan adanya satwa liar jenis Harimau Sumatera yang ditemukan tewas tergeletak di ruas jalan lintas Sumatera, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BBKSDA Sumut langsung turun ke lokasi kejadian.

“Namun saat tim tiba di lokasi, satwa liar tersebut sudah dalam kondisi dikubur,” kata Andar.

Dilakukan Pembongkaran untuk Identifikasi

Untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat, petugas kemudian melakukan pembongkaran kembali terhadap bangkai satwa tersebut guna proses identifikasi.

Baca Juga  Anak Harimau Sumatera Tewas Ditabrak di Jalinsum Parapat, Polisi Olah TKP

“Hasil pemeriksaan memastikan bahwa satwa itu bukan Harimau Sumatera, melainkan Macan Akar,” ujarnya.

Setelah proses identifikasi selesai, bangkai satwa kembali dikuburkan sesuai dengan prosedur penanganan satwa liar.

“Kami lakukan penguburan kembali sesuai ketentuan,” tambah Andar.

Imbauan Kewaspadaan bagi Pengendara

Meski bukan Harimau Sumatera, BBKSDA Sumut tetap mengimbau masyarakat, khususnya pengendara yang melintas di kawasan Jembatan Sisera-Sera, Parapat, agar meningkatkan kewaspadaan.

Kawasan tersebut diketahui masih menjadi habitat berbagai satwa liar, termasuk jenis kucing hutan seperti Macan Akar, yang kerap melintas terutama pada jam-jam tertentu.

Sebelumnya, informasi di media sosial sempat menyebutkan seekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) tewas tertabrak kendaraan, sehingga memicu perhatian publik dan kekhawatiran terhadap kelestarian satwa dilindungi tersebut.

Macan Akar Termasuk Satwa Dilindungi

Sebagai informasi, Macan Akar merupakan salah satu jenis kucing liar yang hidup di hutan Sumatera dan termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

BBKSDA Sumut mengingatkan pentingnya kehati-hatian serta perlindungan terhadap habitat satwa liar guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.