Daerah

Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan, Polisi Libatkan Labfor Polda Sumut

×

Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan, Polisi Libatkan Labfor Polda Sumut

Sebarkan artikel ini
pabrik sandal Swallow
Petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pemadaman di lokasi kebakaran pabrik sandal Swallow. Hingga kini, polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut. Topikseru.com/Ameq

Ringkasan Berita

  • Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Lab…
  • Kami akan berkoordinasi dengan Labfor Polda Sumut untuk memastikan musababnya,” kata Tohap saat ditemui di lokasi k…
  • Hingga kini, sumber api dan nilai kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.

Topikseru.com, Medan – Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan pabrik produksi sandal Swallow di Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

Hingga kini, sumber api dan nilai kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara untuk memastikan penyebab kebakaran.

“Penyebab kebakaran belum diketahui. Kami akan berkoordinasi dengan Labfor Polda Sumut untuk memastikan musababnya,” kata Tohap saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga  Masjid Ghaudiyah Medan Sediakan Menu Berbuka Khas India

Selain itu, kepolisian juga belum dapat menaksir total kerugian material akibat kebakaran tersebut.

“Kami belum bisa menghitung kerugian. Nantinya akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Novriyanti, menyebut kebakaran terjadi saat pergantian shift kerja atau jam istirahat karyawan.

“Lokasi yang terbakar saat kejadian sedang tidak ada pekerja. Dipastikan tidak ada korban jiwa,” kata Maya.

Kebakaran terjadi di pabrik produksi sandal Swallow yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, pada Selasa (27/1/2026) malam. Api cepat membesar akibat banyaknya bahan baku karet di dalam pabrik.

Hingga Rabu pagi, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.