Ringkasan Berita
- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan helikopter jatuh i…
- "Helikopter membawa person on board atau POB yaitu satu orang pilot dan empat orang penumpang," kata Kepala Bagian Ke…
- Mokhammad Khusnu mengatakan pilot dan empat orang penumpang tersebut dalam kondisi selamat.
TOPIKSERU.COM, BALI – Sebuah helikopter yang membawa lima penumpang, termasuk dua warga negara asing (WNA), terjatuh di Suluban, Desa Pecatu, Kabupaten Badung, pada Jumat (19/7) pukul 15.33 Wita.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan helikopter jatuh itu membawa lima penumpang.
“Helikopter membawa person on board atau POB yaitu satu orang pilot dan empat orang penumpang,” kata Kepala Bagian Kerja Sama Internasional Humas dan Umum Ditjen Hubud, Kemenhub, Mokhammad Khusnu, di Jakarta.
Mokhammad Khusnu mengatakan pilot dan empat orang penumpang tersebut dalam kondisi selamat.
Dia menyebut helikopter jatuh itu adalah Helikopter PK-WSP tipe Bell 505 milik PT Whitesky Aviation.
“Informasi awal semua penumpang dalam keadaan selamat dalam kecelakaan tersebut,” ujar Khusnu.
Basarnas Bali telah mengevakuasi lima orang korban helikopter jatuh berkode PKWSP dengan operator Bali Heli Tour tersebut.
Para korban helikopter tersebut berjumlah lima orang yang terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan.
“Berdasarkan informasi awal heli membawa lima orang, termasuk pilot dan kru,” kata Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya dalam keterangan di Denpasar, Jumat.
2 Korban WNA
Sidakarya menyebut dua penumpang dalam helikopter tersebut adalah Russel James Harris dan Chriestope Pierre Marrot Castellat yang merupakan WNA Australia.
Basarnas telah mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Siloam.
Sementara untuk penyebab kecelakaan, Basarnas menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Penyebab pasti (kecelakaan) belum kami ketahui, masih menunggu investigasi dari KNKT,” ujar Sidakarya.
Berdasarkan data yang Basarnas Bali terima, awalnya helikopter tersebut lepas landas dari helipad Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada pukul 14.33 Wita.
Belum lama mengudara, heli tersebut jatuh sekitar pukul 14.37 Wita dan kantor Basarnas Bali memperoleh informasi adanya heli jatuh pada pukul 15.25 Wita.(antara/topikseru.com)








