Medan

Puluhan Warga Protes Rekrutmen Relawan SPPG Medan, Diduga Diskriminatif: Kami Sudah Ikuti Semua Tahapan

×

Puluhan Warga Protes Rekrutmen Relawan SPPG Medan, Diduga Diskriminatif: Kami Sudah Ikuti Semua Tahapan

Sebarkan artikel ini
SPPG Medan
Puluhan warga Medan protes rekrutmen relawan SPPG di Jalan Turi yang diduga diskriminatif

Topikseru.com, Medan – Puluhan pelamar mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Turi, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Kamis (26/3/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan warga yang merasa tersisih dalam proses rekrutmen relawan dapur program tersebut.

Pantauan di lokasi, aksi protes berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 12.30 WIB. Warga yang mayoritas berasal dari lingkungan sekitar menyuarakan keberatan atas proses seleksi yang dinilai tidak transparan dan cenderung diskriminatif.

Baca Juga  31 SPPG 'Nakal' di Kota Medan Terancam Ditutup, Berikut Daftarnya!

Pelamar Lokal Merasa Dikesampingkan

Salah satu pelamar, Wiwi Sihotang, mengaku telah mengikuti seluruh tahapan seleksi mulai dari administrasi hingga wawancara. Namun, hasil akhir dinilai tidak sesuai harapan.

“Kami sudah melamar dari awal, bahkan diminta lengkapi berkas sampai ukuran baju. Kami kira sudah ada harapan,” ujarnya.

Dia menyebut, dari sekitar 26 warga setempat yang melamar, hanya tiga orang yang dinyatakan lolos. Padahal, total relawan yang diterima mencapai 47 orang.

Kekecewaan serupa juga disampaikan Efita Simangunsong. Ia menilai proses pemanggilan wawancara tidak jelas dan tidak merata.

“Ada yang dihubungi lewat WhatsApp, ada yang tidak. Yang tidak dihubungi tetap disuruh datang, tapi diperlakukan berbeda,” katanya.

Menurut Efita, sebagian warga bahkan sudah siap bekerja sejak dini hari jika diterima sebagai relawan dapur.

Tuntut Transparansi Rekrutmen SPPG

Warga menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Mereka meminta pihak penyelenggara membuka proses seleksi secara transparan dan memberikan kesempatan yang adil bagi warga sekitar.

Meski sempat memanas, situasi berangsur kondusif setelah sejumlah petugas mendatangi lokasi dan berdialog dengan para pelamar.

Baca Juga  Guru Honorer Menangis Bandingkan Gaji dengan Sopir MBG, Videonya Viral

SPPG Bantah Tuduhan Diskriminasi

Di sisi lain, pihak SPPG membantah tudingan bahwa rekrutmen dilakukan secara tidak adil. Penanggung jawab (PIC) SPPG Jalan Turi, Deni, menyatakan proses seleksi telah mengikuti petunjuk teknis yang berlaku.

“Dari total 47 relawan, sekitar 20-an orang berasal dari Jalan Turi. Jadi sebenarnya sudah lebih dari 30 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, tuntutan agar seluruh tenaga kerja berasal dari satu wilayah tidak dapat dipenuhi karena harus mengikuti aturan yang ada.

“Kami tetap harus mengikuti juknis. Tidak bisa semua diambil dari lingkungan sekitar saja,” tegasnya.

Evaluasi Dibuka, Warga Minta Keseriusan

Meski demikian, pihak SPPG membuka peluang untuk melakukan evaluasi terhadap proses rekrutmen. Deni menyebut komposisi relawan akan ditinjau kembali, termasuk kemungkinan penambahan tenaga dari warga setempat.

“Mungkin nanti akan ada perubahan. Kita evaluasi lagi,” katanya.

SPPG sendiri dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Maret 2026, dengan agenda awal berupa persiapan dapur oleh para relawan yang telah diterima.

Warga berharap evaluasi yang dijanjikan tidak hanya bersifat formalitas, melainkan benar-benar memberikan ruang keadilan bagi masyarakat lokal yang ingin terlibat.