Edukasi

Khutbah Jumat 3 April 2026: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah

×

Khutbah Jumat 3 April 2026: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah

Sebarkan artikel ini
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat 3 April 2026 akan mengangkat tema 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah di mana dalam kehidupan sehari-hari, lisan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia.

Topikseru.com, JakartaKhutbah Jumat 3 April 2026 akan mengangkat tema 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah di mana dalam kehidupan sehari-hari, lisan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia.

Dengan lisan, seseorang dapat mengungkapkan isi hati, menyampaikan kebenaran, bahkan membangun peradaban.

Namun, lisan pula yang seringkali menjadi sebab kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap bagaimana seorang Muslim menjaga dan menggunakan lisannya.

Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْأَمِينُ، الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Mengawali khutbah Jumat pada siang hari ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan terutama nikmat iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar yang kita miliki.

Tak lupa pula shalawat beserta salam, mari kita haturkan bersama kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Khatib juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah Taala berfirman: Baca Juga Khutbah Jumat: Syukur dalam Nikmat, Sabar dalam Musibah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (Qs. Ali-Imran: 102).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Manusia merupakan makhluk sosial. Melakukan interaksi dengan sesama, berbincang, berdiskusi dan membahas suatu hal menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Terlebih sekarang media sosial hadir sebagai ruang tanpa sekat yang menjadi fasilitas untuk melakukannya. Namun, kebanyakan ucapan yang dilontarkan merupakan ucapan yang tidak mengandung manfaat di dalamnya.

Rasulullah bersabda bahwa keselamatan seseorang sangat bergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Dari sekian banyak ucapan yang keluar dari mulut manusia, terdapat beberapa jenis ucapan yang sangat dicintai oleh Allah.

Lebih jauh, dalam Islam, terdapat 3 ucapan yang berisi ajakan yang sangat dianjurkan dan amat disukai oleh Allah Swt. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt menyebutnya dengan sebutan “pembicaraan yang baik”.

Ketiga hal tersebut ialah ajakan terkait sedekah, melakukan kebaikan dan mendamaikan orang yang sedang berkonflik. Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 114:

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍ ۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya: “Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali (pada pembicaraan rahasia) orang yang menyuruh bersedekah, (berbuat) kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, Pada ayat di atas, Allah Swt memberikan penjelasan dengan sangat tegas bahwa tidak ada kebaikan dalam suatu perbincangan di antara manusia kecuali di dalamnya terdapat ajakan untuk bersedekah dengan tujuan membantu sesama, ajakan berbuat baik serta mendamaikan orang yang sedang berkonflik.

Terkait hal ini, Kiai Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz juz 5 hal 242 berkata yang artinya: “Kebanyakan ucapan itu tidak ada kebaikannya kecuali orang yang memerintahkan sedekah atau memerintahkan amal baik atau mendamaikan di antara manusia. Barangsiapa yang melakukannya karena mengharap ridha Allah, Allah Taala akan memberikan pahala yang besar”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Pertama, perintah bersedekah. Perintah bersedekah yang dimaksud ayat di atas merupakan anjuran membantu sesama manusia terutama mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi dengan tujuan berbuat baik kepada sesama.

Baca Juga  Khutbah Jumat 24 Oktober 2025: Menjaga Akhlak di Tengah Krisis Moral Digital

Dalam ayat lain, Allah berfirman: وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: “Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Qs. Al-Baqarah: 195).

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Kedua, perintah berbuat baik. Ucapan yang disukai oleh Allah selanjutnya ialah ucapan yang mengajak untuk melakukan kebaikan, yaitu setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan untuk dilakukan atau dianjurkan untuk dilakukan.

Sebagaimana Ibnu Jarir At-Thabari dalam tafsir Jamiul Bayan, jilid 9 hal 201 berkata: وَالْمَعْرُوْفُ هُوَ كُلُّ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ أَوْ نَدَبَ إِلَيْهِ مِنْ أَعْمَالِ البِرِّ وَالْخَيْرِ،

Artinya: “Kebaikan ialah setiap perbuatan baik yang Allah perintahkan atau anjurkan untuk dilakukan”.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Ucapan ketiga yang disukai Allah ialah ucapan yang berisi ajakan untuk mendamaikan orang yang sedang berkonflik. Dengan tujuan untuk mengembalikan pihak yang bertikai dalam suatu persoalan menemukan jalan keluar terhadap masalah yang terjadi dan kembali rukun.

Imam Ibnu Jarir berkata: أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَهُوَ الْإِصْلَاحُ بَيْنَ الْمُتَبَايِنَيْنِ أَوِ الْمُخْتَصِمَيْنِ، بِمَا أَبَاحَ اللهُ الْإِصْلَاحَ بَيْنَهُمَا، لِيَتَرَاجَعَا إِلَى مَا فِيْهِ الْأُلْفَةُ وَاجْتِمَاعُ الْكَلِمَةِ، عَلَى مَا أَذِنَ اللهُ وَأَمَرَ بِهِ

Artinya: “Mendamaikan di antara manusia maksudnya ialah mendamaikan orang yang sedang berkonflik dengan sesuatu yang Allah perbolehkan agar keduanya kembali dalam balutan kasih sayang dan satu kalimat yang sama sesuai yang diperintahkan Allah”.

Ucapan seperti salam, doa, pujian yang tulus, serta kata-kata yang menenangkan hati orang lain termasuk dalam kategori yang disukai Allah.

Sebaliknya, ucapan yang menyakitkan, menghina, atau memecah belah sangat dibenci oleh Allah. etapa banyak perselisihan yang terjadi hanya karena satu kalimat yang tidak terjaga.

Dan betapa banyak pula hubungan yang kembali harmonis karena satu ucapan yang lembut dan penuh keikhlasan. Maka, seorang Muslim hendaknya menimbang setiap kata sebelum diucapkan: apakah ia akan mendatangkan kebaikan atau justru kerusakan?

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Marilah kita merenungkan kembali bagaimana kita menggunakan lisan kita selama ini. Apakah ia lebih sering digunakan untuk hal yang bermanfaat atau justru sebaliknya? Tiga jenis ucapan tersebut adalah amalan sederhana namun memiliki nilai besar di sisi Allah.

Jika kita mampu menjaga lisan dengan tiga hal ini, maka insya Allah kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan ridha Ilahi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga lisannya dan menggunakan setiap kata untuk kebaikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II
الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu