Topikseru.com, Simalungun– Warga Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, digegerkan dengan temuan sebuah makam yang diduga dibongkar orang tak dikenal (OTK), Minggu pagi, 3 Mei 2026.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar karena kondisi liang lahat terlihat terbuka saat warga datang ke area pemakaman umum (TPU) Muslim setempat untuk berziarah.
Kejadian ini juga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun hingga kini, motif pembongkaran makam tersebut masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
Warga Baru Mengetahui Saat Datang Berziarah
Menurut keterangan warga sekitar, pembongkaran makam baru diketahui pada pagi hari ketika sejumlah warga mulai mendatangi area pemakaman.
Saat itu, masyarakat terkejut melihat salah satu makam dalam kondisi rusak dan tanah penutup liang lahat tampak telah dibuka.
Lokasi TPU Muslim tersebut berada di tengah permukiman warga dan tidak jauh dari Kantor Urusan Agama (KUA), sehingga masyarakat merasa heran kejadian itu bisa terjadi tanpa diketahui.
“Pagi tadi warga heboh karena melihat makam sudah terbuka. Kami juga tidak tahu kapan kejadiannya,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Warga menduga aksi itu terjadi pada malam hari saat suasana sekitar sepi dan minim aktivitas.
Makam yang Dibongkar Milik Warga Lansia
Informasi yang dihimpun, makam yang diduga dibongkar tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir almarhum Muhammad Yatim, warga berusia 84 tahun.
Almarhum diketahui dimakamkan pada 24 Maret 2026 lalu.
Belum diketahui secara pasti apakah ada benda tertentu yang diambil dari dalam makam. Namun sejumlah warga menduga pelaku memiliki motif tertentu.
Meski demikian, aparat mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan sebelum hasil penyelidikan keluar.
Kondisi Makam Sudah Ditutup Kembali
Setelah kejadian diketahui warga, makam tersebut kemudian dirapikan dan ditutup kembali seperti semula.
Beberapa warga tampak mendatangi lokasi untuk melihat kondisi makam sekaligus memastikan situasi aman.
Peristiwa ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terlebih area pemakaman selama ini dikenal tenang dan jarang terjadi gangguan serupa.
Aparat Desa dan Polisi Telah Mengetahui Kejadian
Kasus dugaan pembongkaran makam itu disebut telah dilaporkan kepada pemerintah nagori setempat serta pihak kepolisian.
Pangulu Nagori atau kepala desa bersama aparat keamanan setempat disebut sudah mengetahui peristiwa tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian dari wilayah hukum terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif kejadian.
Warga juga berharap pengawasan di area pemakaman bisa ditingkatkan agar kasus serupa tidak terulang.
Warga Minta Pelaku Segera Ditangkap
Masyarakat sekitar mengaku resah dengan kejadian tersebut. Selain merusak ketenangan lingkungan, pembongkaran makam dinilai melukai perasaan keluarga almarhum.
“Semoga pelakunya cepat ditemukan. Kami khawatir kalau dibiarkan bisa terulang lagi,” kata warga lainnya.
Sebagian warga juga berharap adanya penerangan tambahan dan patroli rutin di sekitar lokasi TPU, terutama malam hari.
Kasus Serupa Pernah Terjadi di Simalungun
Peristiwa pembongkaran makam ternyata bukan pertama kali terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun.
Pada tahun 2013 lalu, warga Dusun Huta III, Desa Senio, Kecamatan Gunung Malela, juga pernah digegerkan dengan kasus serupa.
Saat itu, makam seorang warga bernama Ahmad Sarbani ditemukan dalam kondisi terbuka.
Kasus tersebut pertama kali diketahui warga yang hendak beraktivitas pagi hari di sekitar area pemakaman.
Menurut keterangan warga saat itu, jenazah masih berada di tempatnya. Namun kain kafan dilaporkan hilang.
Peristiwa itu sempat membuat masyarakat resah dan aparat kepolisian turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi Diminta Usut Tuntas Motif Pembongkaran
Kejadian berulang di wilayah Simalungun membuat warga meminta aparat lebih serius menindak pelaku perusakan makam.
Selain karena unsur pidana, tindakan membongkar makam tanpa izin juga dianggap meresahkan dan tidak menghormati keluarga yang ditinggalkan.
Penyelidikan diharapkan mencakup pemeriksaan saksi, penelusuran jejak di sekitar lokasi, hingga pengumpulan informasi dari warga sekitar.
Jika ditemukan unsur kesengajaan, pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Warga Nagori Pamatang Simalungun dibuat geger setelah sebuah makam di TPU Muslim setempat diduga dibongkar orang tak dikenal pada Minggu pagi.
Makam tersebut diketahui milik almarhum Muhammad Yatim yang dimakamkan sekitar Maret 2026.
Hingga kini motif pembongkaran masih belum diketahui dan warga berharap polisi segera mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian penting soal keamanan area pemakaman umum di Kabupaten Simalungun.












