Ekonomi dan Bisnis

Nilai Tukar Yen Jepang Bergerak Stabil di Tengah Kewaspadaan Pelaku Pasar

×

Nilai Tukar Yen Jepang Bergerak Stabil di Tengah Kewaspadaan Pelaku Pasar

Sebarkan artikel ini
Nilai Tukar Yen Jepang
Pada perdagangan Selasa (5/5/2026) nilai tukar yen Jepang bergerak stabil di tengah kewaspadaan pelaku pasar terhadap kemungkinan intervensi pemerintah Jepang.

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Selasa (5/5/2026) Nilai Tukar Yen Jepang bergerak stabil di tengah kewaspadaan pelaku pasar terhadap kemungkinan intervensi pemerintah Jepang.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat (AS) menguat didorong permintaan aset aman (safe haven) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pergerakan pasar masih dibayangi dampak konflik di sekitar Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.

Penutupan jalur ini telah memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Melansir Reuters, Yen terakhir diperdagangkan di level 157,22 per dolar AS, tidak jauh dari posisi terkuatnya dalam dua bulan terakhir.

Penguatan yen sebelumnya sempat terjadi setelah adanya dugaan intervensi otoritas Jepang untuk menahan pelemahan mata uang tersebut.

Intervensi tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$35 miliar, meski analis menilai dampaknya cenderung terbatas dalam jangka panjang, mengingat tekanan fundamental terhadap yen masih kuat.

Sementara itu, dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Euro berada di level US$1,1693, sedangkan poundsterling di US$1,353.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di level 98,452 setelah naik 0,3% pada sesi sebelumnya.

Penguatan dolar terjadi di tengah meningkatnya sikap hati-hati investor setelah serangan baru antara AS dan Iran di kawasan Teluk kembali mengguncang pasar dan menguji gencatan senjata yang rapuh.

Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).

Dolar Australia relatif stabil di level US$0,7168 menjelang pengumuman kebijakan, dengan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini guna meredam inflasi.

Inflasi global sendiri masih berada dalam tekanan setelah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga global akan tetap tinggi lebih lama.

Analis menilai pergerakan yen ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dan perkembangan konflik.

Jika harga energi terus meningkat, tekanan terhadap yen berpotensi kembali menguat.

Dalam jangka pendek, pelaku pasar memperkirakan pasangan dolar-yen akan bergerak fluktuatif di kisaran 155 hingga 160.

Dengan otoritas Jepang kemungkinan akan mencegah pelemahan lebih lanjut di atas level tersebut.

Secara keseluruhan, pasar valuta asing masih dibayangi ketidakpastian tinggi.

Dengan arah pergerakan mata uang sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *