Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (6/5/2026) menurut Analis Pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan.
Di tengah kombinasi sentimen domestik yang positif dan dinamika global yang masih fluktuatif.
Pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), IHSG ditutup menguat 1,22% ke level 7.057,11.
- Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bisa Menguat Setelah Adanya Sentimen Positif dari Dalam Negeri
- IHSG Ditutup Menguat 85,15 Poin Bertengger di Level 7.057,10 Sore Ini
- Mata Uang Asia Bergerak Bervariasi: Rupiah dan Ringgit Kompak Memimpin Pelemahan
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan penguatan IHSG didorong oleh kenaikan saham-saham konglomerasi dan perbankan.
“IHSG ditutup menguat 1,22% ke 7.057,11, didorong oleh emiten konglomerasi dan perbankan yang bergerak menguat,” kata Herditya.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61%, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Namun demikian, ia mengingatkan nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.
“Nilai tukar rupiah masih tercatat melemah terhadap dolar AS di level 17.433,” tambahnya.
Untuk perdagangan Rabu (6/5/2026), Herditya melihat IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan.
“Untuk Rabu, terdapat peluang IHSG menguat dengan support di 6.975 dan resistance di 7.110,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen global.
Seperti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang kembali memanas.
Di tengah kondisi tersebut, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham.
Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati yakini
INDF di kisaran Rp3.480-Rp3.750,
RMKE Rp3.480-Rp3.750, serta
UNTR di area Rp29.325-Rp30.550.












