Nasional

Tragedi Bus ALS di Muratara: Polisi Temukan Dugaan Korban Bayi, Total 18 Orang Tewas

×

Tragedi Bus ALS di Muratara: Polisi Temukan Dugaan Korban Bayi, Total 18 Orang Tewas

Sebarkan artikel ini
Proses evakuasi dan identifikasi dugaan korban bayi Bus ALS oleh tim DOKPOL di RS Bhayangkara Palembang usai kecelakaan maut di Muratara.
Petugas DOKPOL dan tim medis mengevakuasi korban kecelakaan maut Bus ALS di Muratara, Sumatera Selatan. Polisi menemukan dugaan korban bayi Bus ALS saat proses identifikasi DNA korban berlangsung.

Topikseru.com – Kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali memunculkan fakta memilukan.

Di tengah proses identifikasi korban, tim Disaster Victim Identification (DVI) menemukan dugaan jenazah bayi dalam tragedi yang menewaskan 18 orang tersebut.

Temuan itu terungkap setelah tim forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang melakukan pemeriksaan ulang terhadap kantong jenazah korban kecelakaan Bus ALS yang bertabrakan dengan truk tangki BBM di Jalinsum Muratara.

Hingga Sabtu (9/5/2026), proses identifikasi korban masih terus berlangsung menggunakan metode pencocokan DNA.

Tim DVI Temukan Dugaan Korban Bayi

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol Dr Budi Susanto, mengatakan tim DVI awalnya menangani 17 jenazah yang dievakuasi langsung dari lokasi kecelakaan.

Seluruh korban telah dilakukan identifikasi awal, termasuk pengambilan sampel DNA untuk memastikan identitas masing-masing korban.

Namun, saat pemeriksaan lebih mendalam dilakukan, petugas menemukan satu sampel jenazah yang diduga merupakan bayi berusia di bawah lima tahun.

“Ya hingga hari ini ada 17 jenazah langsung, sudah diidentifikasi jenis kelaminnya, dan dilakukan pengambilan sampel DNA, termasuk di dalam 17 sampel itu ada satu temuan korban bayi,” ujar Budi Susanto  seperti yang dilansir dari Sripoku.

Temuan tersebut membuat jumlah korban dalam kecelakaan maut Bus ALS di Muratara menjadi perhatian luas publik, terutama karena kondisi beberapa korban mengalami luka bakar berat sehingga sulit dikenali secara visual.

Korban Tewas Bertambah Jadi 18 Orang

Selain korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian, satu penumpang Bus ALS lainnya dilaporkan meninggal setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Korban diketahui bernama Tahrul.

Ia sebelumnya dirawat di RSUD Rupit sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Budi menjelaskan, korban dievakuasi menggunakan ambulans pada Jumat (8/5/2026) malam dan tiba di Palembang pada dini hari.

“Nah tadi malam sudah dievakuasi sekitar pukul 09.00, berangkat dari RSUD Rupit, tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan sekitar pukul 02.00 dini hari, dan pukul 03.00 dini hari diberangkatkan ke Tegal,” katanya.

Dengan tambahan satu korban tersebut, total korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM kini mencapai 18 orang.

Dua Korban Masih Dirawat Intensif

Di tengah proses identifikasi korban tewas, dua penumpang lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Korban bernama Ngadiono (44) dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif dan sudah dapat berkomunikasi dengan tim medis.

Sementara itu, kondisi Jumiatun (35) masih kritis akibat mengalami luka bakar hingga 95 persen di tubuhnya.

“Yang terjadi pada korban Jumiatun ini saluran napasnya melepuh sehingga kita berikan alat bantu napas,” jelas Budi.

17 Sampel DNA Korban Diperiksa

Untuk memastikan identitas korban secara akurat, tim laboratorium Pusdokkes Polri telah melakukan pemeriksaan DNA terhadap seluruh sampel korban.

Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar paling cepat lima hari setelah sampel diterima laboratorium forensik.

Pihak rumah sakit juga masih berkoordinasi dengan sejumlah kepolisian daerah di Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Aceh untuk membantu proses identifikasi korban yang keluarganya belum datang.

Data pembanding DNA hingga properti pribadi korban turut dikumpulkan guna mempercepat proses pencocokan identitas.

Tragedi Bus ALS Jadi Sorotan Publik

Kecelakaan Bus ALS di Jalinsum Muratara menjadi salah satu tragedi transportasi paling memilukan dalam beberapa waktu terakhir.

Selain menewaskan banyak penumpang, kebakaran hebat usai tabrakan membuat proses identifikasi korban berlangsung rumit dan memerlukan pemeriksaan forensik mendalam.

Hingga kini, keluarga korban masih menunggu kepastian identitas anggota keluarga mereka melalui hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan tim DVI Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *