Olahraga

Myanmar Latihan Bersiap Lawan Timnas Indonesia Piala AFF U19 2026

×

Myanmar Latihan Bersiap Lawan Timnas Indonesia Piala AFF U19 2026

Sebarkan artikel ini

Latihan Minggu Malam

Myanmar
Pemain Myanmar saat berlaga melawan Filipina di Stadion Gelora Joko Samudro ASEAN U17 Championship 2026, 18 April 2026.(Foto: Topikseru.com/ Instagram aff_aseanfootball)

Topikseru.com, Medan – Guna berlatih dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan iklim di Sumatera Utara, Tim Myanmar akan latihan atau latihan sesi official training di Stadion Madya Atletik Sumatera Utara di Sport Centre di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (31/5/2026) pukul 20.00-21.00 WIB.

Jelang laga perdana lawan Timnas Indonesia di ajang Piala ASEAN U19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 di Stadion Madya Atletik Sumatera Utara pada Senin (1/6/2026).

Sementara Myanmar meraih gelar pada turnamen AFF U19 tahun 2003 dan 2005.

Pada format ASEAN U19 Championship, setiap juara grup otomatis melaju ke semifinal. Turnamen memakai sistem round robin setengah kompetisi, sehingga masing-masing tim hanya saling bertemu satu kali di fase grup.

Satu tiket semifinal lainnya akan diberikan kepada runner-up terbaik dari seluruh grup. Oleh karena itu, setiap peserta di ASEAN Championship 2026 perlu memburu posisi puncak klasemen grup agar peluang lolos ke semifinal tetap terbuka.

Sebelumnya di tempat yang sama, LOC Media Operations ASEAN U-19 Boys Championship 2026 mengabarkan pada media, Tim Timor Leste menggelar latihan pada pukul 16.00- 17.00 WIB.

Sedangkan Tim Thailand akan latihan di Stadion Teladan, Jalan Sisingamangaraja, Medan pada pukul 16.30 – 17.30 WIB. Disusul Tim Malaysia pada pukul 19.30 – 20.30 WIB.

Pelatih Timnas Indonesia U19, Nova Arianto mengatakan, timnas tidak akan memandang remeh Myanmar. Ia menilai calon lawannya memiliki persiapan yang sangat baik sebelum tampil di turnamen ini.

Kedua tim akan berduel pada laga perdana ASEAN U19 Boys Championship 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin (1/6/2026). Meski Indonesia berstatus tuan rumah dan juara bertahan, Nova menilai Myanmar menjalani program persiapan di Thailand dan datang dengan modal yang cukup kuat.

“Myanmar adalah tim yang sangat baik. Mereka juga melakukan persiapan di Thailand dan saya melihat kesiapan mereka cukup bagus,” ujar Nova, Sabtu (30/5/2026).

Nova menyebut sejumlah pemain Myanmar telah memiliki pengalaman bermain di kompetisi kelompok usia yang lebih tinggi. Dengan pengalaman itu, skuad Myanmar bisa tampil menyulitkan anak asuhnya pada laga nanti.

“Tim U-19 Myanmar juga bermain di kompetisi U-21. Itu menunjukkan mereka memiliki persiapan yang serius dan tentu harus kami waspadai,” katanya.

Selain membahas persiapan tim, Nova turut mengapresiasi fasilitas latihan yang disediakan selama berada di Sumatera Utara. Ia menilai kondisi lapangan latihan di Stadion Madya I Batang Kuis sangat mendukung kebutuhan tim.

“Kondisi lapangan sangat baik. Kami cukup puas dengan fasilitas yang tersedia dan ini sangat membantu proses persiapan tim menjelang pertandingan,” ujarnya.

Didukung dengan fasilitas mumpuni dan dukungan suporter, Nova berharap timnya dapat mengatasi Myanmar. Kemenangan bisa menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia U-19 untuk mempertahankan gelar juara ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di hadapan pendukung sendiri.

Kondisi Skuad Terkini Jjelang Pertandingan Pembuka AFF U19 2026

Menjelang turnamen bergengsi ini, persiapan matang telah dilakukan oleh tim nasional melalui pemusatan latihan intensif. Pengalaman dari kompetisi domestik menjadi modal berharga bagi para pemain muda untuk unjuk gigi.

Ada perubahan besar dalam cara bermain skuad Garuda Muda yang kini tampil lebih taktis. Alur bola dari lini belakang ke depan terlihat jauh lebih mengalir dan minim kesalahan mendasar.

Di sisi lain, Myanmar datang dengan ambisi besar untuk menjungkirbalikkan prediksi banyak pengamat sepak bola. Mereka sadar bahwa status underdog justru membuat mereka bisa bermain lepas tanpa beban berat di pundak.

Laga perdana ini akan menjadi ujian konsistensi sekaligus pembuktian kematangan taktik yang telah diasah berbulan-bulan. Kita berharap tidak ada lagi drama regulasi yang merugikan perjuangan anak-anak muda berbakat ini.

Piala AFF U-19 2026 ini harus menjadi momentum kebangkitan total sepak bola usia muda kita di level regional. Kemenangan atas Myanmar akan membuka jalan lapang menuju target tertinggi yang telah dicanangkan oleh federasi.

Satu hal yang langsung terlintas di benak pecinta bola, saat melihat jadwal Timnas Indonesia U19 tahun 2026 adalah aroma balas dendam yang pekat. Pertandingan pembuka melawan Myanmar bukan sekadar laga fase grup biasa bagi Garuda Nusantara.

Ketika mengingat kembali turnamen laga beberapa tahun lalu,  selalu membawa tensi tinggi. Sejarah mencatat bahwa Myanmar kerap menjadi batu sandungan terbesar sekaligus saksi kepedihan regulasi turnamen.

Pertemuan di Piala AFF U19 2026 memicu kembali memori kelam yang sulit dilupakan pencinta sepak bola nasional. Mari kita bedah mengapa rivalitas kelompok umur ini jauh lebih personal daripada yang terlihat di atas kertas.

Saat menyaksikan langsung perjuangan tim nasional di Stadion Patriot Candrabhaga pada edisi 2022, rasanya seperti naik kereta luncur emosi. Indonesia menghancurkan Myanmar dengan skor telak, namun tetap harus menangis di akhir malam.

Banyak penggemar awam yang masih bertanya-tanya hingga sekarang mengenai “kenapa indonesia tidak lolos AFF U19 2022?” Jawabannya adalah karena jebakan regulasi yang terasa sangat kejam waktu itu.

Meskipun Garuda Nusantara tampil sangat produktif sepanjang turnamen, regulasi memaksakan perhitungan yang tidak biasa. Indonesia dipaksa gigit jari di hadapan pendukung sendiri akibat aturan kompetisi yang kontroversial.

Kejadian tersebut meninggalkan luka mendalam bagi tim kepelatihan maupun para pemain yang berlaga. Kemenangan besar atas Myanmar malam itu terasa hambar akibat hasil pertandingan di stadion lain yang tampak aneh.

Memahami Klasemen Mini Sepakbola di Turnamen AFF

Bagi kita bingung dengan sistem kompetisi, mari kita bedah secara santai. Ketika ada tiga tim yang memiliki poin sama di akhir fase grup, panitia menerapkan aturan head to head piala AFF yang sangat spesifik.

Sistem ini memicu pembuatan klasemen baru yang hanya melibatkan tim-tim dengan poin setara tersebut. Banyak orang yang belum paham mengenai “apa itu klasemen mini sepakbola” dan bagaimana cara kerjanya menentukan nasib sebuah tim.

Dalam klasemen khusus ini, pertandingan melawan tim-tim papan bawah seperti Filipina atau Brunei Darussalam otomatis dihapus dari perhitungan. Fokusnya hanya pada produktivitas gol di antara tiga tim teratas yang memiliki poin sama.

Di sinilah petaka menghampiri Indonesia yang sebenarnya memiliki selisih gol total paling superior di grup tersebut. Kita tersingkir hanya karena kegagalan mencetak gol saat bermain imbang melawan dua rival utama kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *